SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Desember 2025) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar melalui BPBD NTB pada tahun 2025 untuk memperbaiki sejumlah titik jalan rusak serta penanganan longsor di Kabupaten Sumbawa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat, terutama memasuki musim hujan yang sering memicu bencana alam.
Kepala Balai Jalan Provinsi Pulau Sumbawa PUPR NTB, Mustafa, ST., MT., menjelaskan bahwa proses pengerjaan telah berlangsung di beberapa lokasi. Salah satu yang menjadi prioritas adalah perbaikan jalan simpang Moyo menuju Dusun Prajak, Desa Batu Bangka. Pekerjaan di titik tersebut telah dimulai dan ditargetkan tuntas bulan ini agar aktivitas warga kembali normal.
Selain itu, sejumlah titik longsor di Kecamatan Lunyuk juga sedang dikerjakan menggunakan anggaran yang sama. Mustafa menegaskan bahwa Gubernur NTB berkomitmen memperhatikan pembangunan infrastruktur di Sumbawa. Anggaran yang sejak awal tahun telah disiapkan kini mulai direalisasikan di akhir tahun 2025.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori turun langsung meninjau kondisi jalan yang tertutup lumpur akibat sedimentasi. Ia menekankan pentingnya menjaga aksesibilitas bagi warga.
“Kami ingin semua akses dalam kondisi baik sehingga masyarakat diuntungkan dan aktivitas ekonomi di Sumbawa tidak terganggu,” ujarnya.
Sementara itu, BPBD Provinsi NTB turut melakukan peninjauan di sejumlah titik rawan bencana. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ahmadi, bersama Kalak BPBD Sumbawa Muhammad Nurhidayat, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menjelang puncak musim hujan.
Menurut Ahmadi, BPBD bersama pemerintah kabupaten hingga desa telah memetakan puluhan titik rawan bencana di Pulau Sumbawa. Ancaman seperti angin kencang, banjir rob, abrasi, gelombang tinggi, banjir tahunan, hingga longsor menjadi perhatian khusus.
Saat ini intensitas hujan masih tergolong ringan, namun masyarakat—terutama yang tinggal di wilayah pesisir—diminta selalu memperhatikan informasi cuaca. Nelayan juga diimbau memperhatikan prakiraan BMKG sebelum melaut.
BPBD NTB memastikan Tim Reaksi Cepat (TRC PB) tetap siaga 24 jam di setiap kecamatan untuk merespons potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (SR)






