Wabup Ansori: Santri yang Kuat Spiritual dan Sosial Jadi Pilar Generasi Emas 2045

oleh -336 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Oktober 2025) – Ribuan santri dan tokoh agama dari seluruh penjuru Kabupaten Sumbawa memadati Halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Rabu (22/10) pagi untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat, dipimpin Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, sebagai pembina apel dan dihadiri Sekda Sumbawa, anggota Forkopimda, Kepala Kemenag, pimpinan pondok pesantren, para ulama, serta guru dan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam di Sumbawa. Nuansa putih dan hijau mendominasi lapangan, menambah kekhusyukan peringatan Hari Santri.

Mengusung tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, peringatan Hari Santri tahun ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali peran penting santri dalam pembangunan bangsa, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam menjawab tantangan global.

“Santri hari ini harus siap menjadi pelopor peradaban. Bukan hanya menjaga akhlak, tapi juga menguasai ilmu, teknologi, dan tetap berpijak pada nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Wabup Ansori dalam amanatnya.

Apel berlangsung semarak dengan partisipasi aktif dari santri-santri terbaik yakni Khoko Listita Tanata dari Ponpes Al-Kahfi sebagai perwira apel, Muhammad Alvin Faiz dari Ponpes Al-Mutmainnah sebagai pemimpin apel, diiringi penampilan Drum Band MTsN 1 Sumbawa dan paduan suara dari Ponpes Gunung Galesa.

Dalam pidatonya, Wabup Ansori menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremonial bagi kalangan pesantren, melainkan tonggak sejarah nasional yang mengingatkan bangsa pada perjuangan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 oleh KH. Hasyim Asy’ari, yang menjadi pemantik lahirnya pertempuran 10 November di Surabaya.

“Jihad santri hari ini adalah jihad ilmu, akhlak, dan kontribusi nyata,” tegasnya.

Wabup Ansori juga menyerukan dukungan terhadap program-program Pemkab Sumbawa yang sejalan dengan nilai-nilai pesantren. Adalah Gerakan Shalat Subuh Berjamaah sebagai kebangkitan spiritual, Gerakan Bersedekah untuk memperkuat solidaritas sosial, dan Gerakan Penghijauan “1 ASN 1 Pohon” dan “1 Siswa 1 Pohon”, demi lingkungan yang lebih sehat dan bernilai ekonomi.

“Santri yang kuat secara spiritual dan sosial akan menjadi pilar generasi emas 2045,” tambahnya.

Di akhir amanatnya, Wabup menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa para santri di salah satu pondok pesantren di Jawa, seraya mendoakan agar mereka yang wafat diterima sebagai syuhada karena wafat dalam menuntut ilmu.

Ia juga berpesan agar para santri terus menjaga kebersihan lingkungan, menjalin hubungan baik dengan guru dan pengasuh, serta tekun menimba ilmu sebagai bekal masa depan bangsa.

“Selamat Hari Santri Nasional 2025. Semoga Allah SWT meridhai setiap langkah kita membangun Sumbawa yang Maju, Unggul, dan Sejahtera,” tutupnya.

Mengakhir upacara Ponpes Modern Al Hikmah Utan mempersembahkan orasi santri dan atraksi bela diri Tapak Suci yang memukau peserta upacara melambangkan semangat, kedisiplinan, dan ketulusan perjuangan santri masa kini.

 

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *