MATARAM, samawarea.com (24 Oktober 2025) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan silaturahmi dari Wakil Gubernur NTB yang dirangkaikan dengan kegiatan pembinaan bagi ASN dan Non-ASN lingkup Dikbud NTB. Acara ini berlangsung di Aula Hadayani Dinas Dikbud NTB dan dihadiri Kepala Dinas Dikbud NTB bersama jajaran pejabat eselon, staf, serta tenaga pendidik.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H Lalu Hamdi, menyampaikan gambaran umum kondisi Dikbud pada tahun 2025. Saat ini Dikbud membawahi 8 Kantor Cabang Dinas (KCD) dan 3 UPTD, dengan total 801 sekolah, 19.013 guru, dan 209.458 murid. Adapun jumlah pegawai di lingkungan Dikbud terdiri dari 162 PNS dan 140 tenaga kontrak pelaksana, ditambah 19.118 guru baik PNS maupun non-PNS.
Kadis Dikbud NTB juga melaporkan capaian realisasi anggaran tahun 2025, yaitu 57,47% secara keuangan dan 69% secara fisik. Ia menjelaskan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti kekurangan ruang kelas, gedung sekolah yang rusak, serta keterbatasan ruang praktik di beberapa satuan pendidikan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dikbud NTB terus melakukan berbagai langkah strategis, termasuk pembaruan data Dapodik, penyelesaian pengembalian LHP, serta percepatan penyelesaian proyek DAK tahun 2024.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB turut memberikan pengarahan mengenai manajemen kepegawaian, dengan fokus pada peningkatan profesionalisme, disiplin, dan kinerja ASN di lingkungan Dikbud.
Menanggapi laporan tersebut, Wakil Gubernur NTB menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Dikbud NTB. Ia mendorong penguatan untuk mempercepat peningkatan mutu layanan pendidikan di NTB.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap program dan kebijakan pendidikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Perbaikan dan kemajuan hanya bisa dicapai jika kita bekerja bersama, dengan semangat melayani dan integritas yang tinggi,” ujar Ummi Dinda, sapaan Wagub.
Kegiatan ini lanjutnya menjadi momentum penting bagi ASN dan Non-ASN Dikbud NTB untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas kinerja, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing di Nusa Tenggara Barat.
“Mari bersama wujudkan NTB Makmur Mendunia melalui pendidikan yang inklusif, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan,” ajaknya. (SR)






