SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Oktober 2025) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbawa menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder terkait. Rakor ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan pelibatan komoditas lokal sebagai bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN).
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bappeda Sumbawa, Selasa, 30 September 2025 ini menghadirkan 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di Kabupaten Sumbawa. Selain itu perwakilan dari Dinas Kesehatan, Pertanian, Perikanan, Peternakan, serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) & UKM Sumbawa. Hadir juga asosiasi peternak ayam dan sapi, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Sumbawa, serta Koperasi Konsumen Syariah BMT Insan Samawa.
Kepala Bappeda Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai upaya menguatkan ekosistem ekonomi lokal dalam program MBG, sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Setiap pihak, terutama pengusaha dan petani lokal, harus memanfaatkan peluang sebagai mitra supplier SPPG,” tegas Doktor Dedi.
Diskusi tersebut membuka paparan dari para pengelola SPPG. Di antaranya Nurul Baharun dari Yayasan Bestungel yang menyatakan komitmennya menggunakan bahan baku lokal seperti ikan, daging sapi, dan ayam untuk dapur bergizi di tiga kecamatan. Namun, untuk komoditas sayur, mereka masih mengandalkan suplai dari Lombok karena kapasitas lokal belum mencukupi.
Keluhan serupa juga disampaikan Burhanudin, pengelola SPPG Lunyuk, yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan sayur dari petani lokal. Ia bahkan bekerja sama dengan pengepul sayur di Lombok Timur demi memenuhi kebutuhan dapur bergizi. Burhanudin berharap petani lokal dan institusi pendidikan seperti SMK dapat mengembangkan jurusan pertanian guna mendukung program MBG secara massif.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, Hj Nur Atika S.ST., M.M.Inov menyoroti pentingnya penguatan akses bahan baku lokal yang dapat memotong rantai pasok serta meminimalisir kerusakan bahan, terutama sayur, buah, dan daging yang mudah rusak. Ia juga mengingatkan agar proses produksi di SPPG tetap memperhatikan aspek kebersihan dan higienisitas.
Sementara itu, Dinas Pertanian menyatakan kesiapan mendukung program dengan menyiapkan lahan pertanian untuk komoditas sayur, dan asosiasi peternak ayam siap membangun jejaring dengan peternak besar guna memperkuat suplai daging ayam untuk SPPG.
Dinas Perikanan juga turut mengingatkan pentingnya kapasitas dan jaminan kualitas bahan baku, yang harus didukung dengan sertifikasi dan surat kelayakan dari dinas terkait agar program MBG berjalan sesuai harapan.
Penutup Rakor, Ketua Dekopinda Sumbawa dan Ketua Pengurus Kopsyah BMT Insan Samawa, Rai Saputra menegaskan peran strategis koperasi sebagai penopang program MBG berbasis lokal dan ekonomi kerakyatan yang diinisiasi Presiden Prabowo.
“Hajat baik Presiden Prabowo melalui MBG dan Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan keberpihakan terhadap ekonomi rakyat. Koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia melalui skema syariah harus menjadi solusi dengan skema bagi hasil yang adil. Dalam waktu dekat, Dekopinda Sumbawa akan menggelar musyawarah daerah untuk memperkuat peran koperasi dalam program strategis ini,” tandas Rai.
Dengan koordinasi ini, diharapkan rantai pasok MBG berbasis komoditas lokal di Kabupaten Sumbawa semakin kokoh dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (SR)






