Agar Lebih Hidup dan Informatif, Museum NTB Rancang Ulang Tata Pameran Museum Daerah Sumbawa

oleh -460 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Oktober 2025) – Tim dari Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kunjungan ke Museum Daerah Sumbawa, Jumat (24/10/2025).

Tim ini terdiri dari Bunyamin, S.S., M.Hum, selaku Pamong Budaya Ahli Muda Museum Provinsi NTB, didampingi oleh Aulia Rahman Adiputra, S.STP., M.AP, Kasi Pengkajian dan Perawatan Museum Provinsi NTB.

Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan peninjauan terhadap kondisi ruang pameran dan koleksi di Museum Daerah Sumbawa.

Menurut Bunyamin saat ditemui samawarea di lokasi, ruang pameran museum saat ini belum memiliki alur cerita yang jelas sehingga pengunjung kesulitan memahami pesan dan sejarah yang ingin disampaikan.

“Ketika saya melihat kondisi ruang pameran di sini, memang belum bercerita. Orang akan bingung ketika masuk, ini sebenarnya menceritakan apa. Penataannya juga masih belum bisa dinikmati karena bercampur tanpa ada konsep cerita,” jelasnya.

Untuk itu, tim dari Museum NTB menawarkan konsep penataan baru yang menekankan pada alur cerita atau storyline pameran. Kajian tersebut telah disusun dan menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan tata pameran agar lebih informatif, edukatif, dan menarik bagi masyarakat.

“Konsep yang kami buat menampilkan perjalanan sejarah Sumbawa mulai dari masa prasejarah, masa sejarah, hingga peninggalan budaya. Semua ditata agar pengunjung bisa membaca dan memahami perjalanan sejarah daerahnya,” tambah Bunyamin.

Selain aspek cerita, pembenahan juga akan difokuskan pada sarana dan prasarana museum. Mulai dari perbaikan gedung, pencahayaan (lighting), hingga penyediaan peralatan pameran yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional.

“Gedung harus diperbaiki agar nyaman dan aman, baik bagi pengunjung maupun koleksi. Desain ruangan juga perlu dibuat dengan warna dan pencahayaan yang tepat supaya tampilan koleksi lebih hidup,” jelasnya.

Museum NTB sendiri sebelumnya telah berpengalaman dalam kegiatan pameran internasional, salah satunya di Jeddah, Arab Saudi, yang berlangsung selama lima bulan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memberikan pendampingan dan masukan bagi pengelolaan museum daerah di NTB.

Bunyamin juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap desain pameran agar tetap relevan dengan minat masyarakat.

“Dalam dua tahun ke depan, harus ada kajian pengunjung untuk melihat apakah konsep ini masih diminati atau sudah perlu diperbarui. Pemerintah daerah harus mendukung kajian tersebut,” pungkasnya. (SR)

 

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *