DMI-MUI Gandeng BMT Insan Samawa dan AMNT, Latih 60 UKM Lewat Program Berbasis Masjid

oleh -821 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 September 2025) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sumbawa berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbawa, dan Kopsyah BMT Insan Samawa, serta mendapat dukungan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Masjid.

Kegiatan dalam upaya memberdayakan pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) di sekitar masjid ini bertajuk “Membangun Usaha Berkah Bidang Pertanian dan Kuliner melalui Manajemen Terintegrasi”.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 22–23 September 2025, di dua lokasi strategis yakni Masjid Al Fattah Desa Poto dan Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa, yang melibatkan 60 pelaku UKM dari sektor pertanian dan kuliner.

Pada hari pertama, pelatihan difokuskan pada sektor pertanian yang diikuti 30 pelaku UKM di Desa Poto dan sekitarnya. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Yaitu Ust. Ahmad Syaichu Rauf, M.M.Inov (Ketua DMI Sumbawa), Rai Saputra, S.IP (Ketua Kopsyah BMT Insan Samawa dan Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat (KPEU) MUI Sumbawa), dan Muslimin S (Duta Kementerian Pertanian RI dan praktisi agribisnis muda).

“Kami mengapresiasi semua pihak atas digelarnya pelatihan yang kami nilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Poto yang mayoritas berprofesi sebagai petani,” ungkap Sekretaris Desa Poto, M. Jayadi dalam sambutannya.

Sementara Rai Saputra—salah satu narasumber menekankan pentingnya manajemen keuangan syariah dalam usaha pertanian. Ia mendorong petani agar mulai meninggalkan praktik riba dan beralih ke sistem pembiayaan syariah, seperti akad jual beli atau sistem bagi hasil yang bisa difasilitasi koperasi syariah desa.

Sementara Ust. Syechu Rauf mengangkat sisi spiritual dalam berbisnis. Ia menekankan bahwa keberkahan usaha dapat diraih dengan menjaga kehalalan, kejujuran, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Narasumber terakhir, Muslimin S. Pria yang akrab disapa Chimin ini memaparkan strategi agribisnis modern termasuk penerapan teknologi pertanian dan skema tanam-panen yang lebih efisien. Materi ini disambut antusias oleh para petani yang merasa mendapatkan wawasan baru dalam pengembangan usaha tani mereka.

Sebagai penutup sesi, panitia membagikan hadiah beras kepada peserta yang aktif menjawab pertanyaan, serta meresmikan Kelompok Usaha Pertanian “Poto Balong”, yang diharapkan menjadi embrio kelompok tani modern berbasis masjid.

Selanjutnya, pelatihan hari kedua digelar di lantai 2 Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa dengan fokus pada penguatan UKM sektor kuliner. Pelatihan ini dihadiri 30 pelaku usaha kuliner seputar masjid, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, lembaga keuangan syariah, serta tokoh masjid.

Dalam sambutannya, Ust. Syaichu Rauf menyampaikan harapan agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ummat. Hal ini diamini Ketua DKM Masjid Agung, Ust. Ardi Suzami, M.M.Inov., yang menyebut bahwa kolaborasi multipihak seperti ini adalah bentuk nyata menjadikan masjid sebagai pusat penguatan ekonomi umat.

Selain pemaparan ulang dari DMI dan BMT Insan Samawa tentang manajemen usaha dan keuangan berbasis syariah, sesi ini juga menghadirkan Suprianto, SE., ME., Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Samawa (UNSA), yang mengulas materi tentang strategi bisnis kuliner yang profesional dan berorientasi pasar.

“Pelaku usaha kuliner harus memahami pentingnya perencanaan usaha, segmentasi pasar, hingga strategi branding dan positioning agar usahanya mampu bersaing dan berkembang,” jelas Suprianto.

Sesi pelatihan ditutup dengan diskusi interaktif. Beberapa peserta menyampaikan harapan agar ke depan semakin banyak lembaga keuangan syariah yang terlibat aktif mendukung permodalan halal bagi UKM, serta terbentuknya komunitas UKM berbasis masjid yang fokus pada keberkahan usaha.

Pelatihan berbasis masjid ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi umat yang bisa direplikasi di masjid-masjid lain di Sumbawa, dengan semangat kolaboratif antara lembaga keagamaan, koperasi syariah, akademisi, dan dunia usaha. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *