TMMD di Kalabeso Sumbawa Berakhir dan Resmi Ditutup, ini Pesan Pangdam Udayana

oleh -269 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Agustus 2025) — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung selama sebulan di Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, resmi berakhir, Kamis, 21 Agustus 2025.

Hal ini ditandai dengan upacara penutupan dengan inspektur upacara Komandan Korem 162/Wira Bhakti (WB), Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD, Gitta Liesbano SH M.Kn, Komandan Kodim 1607/Sumbawa, Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T, Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Andhini, SH SiK, para Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat Buer, Kepala Desa, serta masyarakat sekitar.

Komandan Korem 162/Wira Bhakti (WB), Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, yang membacakan sambutan Pangdam Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, sebagai pengendali kegiatan operasi TMMD, menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional melalui kegiatan TMMD yang memberikan akselerasi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan TMMD ke-125 yang digelar di wilayah Kodam IX/Udayana meliputi Kabupaten Gianyar, Sumbawa, Belu, dan Alor, berhasil menyelesaikan berbagai sasaran fisik seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, fasilitas air bersih, rumah layak huni (RTLH), tempat ibadah, serta fasilitas lainnya. Program unggulan lainnya yang juga terealisasi meliputi ketahanan pangan, penanganan stunting, serta peningkatan kesehatan masyarakat.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menyelenggarakan sasaran non-fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat sesuai dengan kebutuhan lokal. Penanaman pohon dan pembersihan lingkungan juga menjadi bagian dari kegiatan yang mendukung kelestarian alam.

“Partisipasi masyarakat yang tinggi menjadi indikator keberhasilan ke manunggalan TNI dan rakyat berjalan harmonis. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang membantu publikasi kegiatan TMMD secara aktual, lengkap, dan kredibel,” ujar Danrem.

Lebih lanjut, Danrem juga menyampaikan permohonan maaf atas hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan TMMD dan mengajak seluruh pihak untuk menjaga komunikasi serta evaluasi demi perbaikan pelaksanaan TMMD mendatang.

Ia berharap agar hasil pembangunan yang telah diraih dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Semangat gotong royong yang menjadi warisan budaya bangsa diharapkan terus dilestarikan sebagai modal utama dalam mengisi pembangunan bangsa ke depan. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *