Sumbawa Barat, Samawarea.com ( 25/2/2024)
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) sangat serius dalam mengembangkan sumber daya lokal gula aren yang merupakan usaha komunitas lokal agar mendapatkan nilai lebih dari usaha yang dijalankan oleh masyarakat yang selama ini dilakukan secara tradisional. AMMAN melakukan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat lokal untuk menciptakan produk turunan gula aren,selain usaha sebelumnya agar lebih modern dan bisa menjadi nilai ekonomis tinggi.
Dikonfirmasi Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact AMMAN, “Program pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada kelompok tani Saling Sakiki di Desa Tongo adalah upaya AMMAN untuk berkontribusi dalam peningkatan kapasitas dan penghasilan ekonomi pelaku usaha mikro dalam mengelola potensi sumber daya dan produk lokal, yang dalam hal ini gula aren dan produk turunannya.
Dalam pendampingannya, AMMAN langsung bekerja sama dengan King Aren yang merupakan perusahaan yang fokus dalam pengembangan gula aren, selain pendampingan kami juga sudah membantu membangun rumah produksi gula aren dan turunannya, beserta semua alat dan kelengkapan profesional dalam pengembangan usaha Gula Aren.
Sementara itu, King Aren Rizani mengatakan ada yang unik dari Pohon Aren di Desa Tongo yaitu tumbuhnya di pesisir pantai. Di awal tawaran kerja sama, beliau sempat ragu jika kualitas pohon aren akan sama dengan yang tumbuh di dalam hutan. Ternyata setelah dicek di laboratorium, air nira yang dihasilkan sama dengan pohon aren yang di tumbuh di dalam hutan, sehingga beliau yakin jika usaha gula aren ini bisa berkembang dan sangat bisa bersaing di pasaran.
Ia melanjutkan, dalam pembinaan yang dilakukan sebelumnya, mereka membuat kelompok yang bernama Kube “Saling Sakiki” kemudian melakukan pelatihan pengembangan gula aren. Hasilnya, yang sebelumnya Air Aren hanya menjadi Gula Aren Batok dan Nira Aren atau yang sering kita kenal Aik Blo, sekarang bisa dikembangkan menjadi 12 produk seperti, Gula Semut, gula, briket, gula cair, kopi gula aren, serbat Aren jahe, choco Aren, kopi susu gula aren, kolang kaling, wajik Aren, jagung Aren, Ijuk Aren. Untuk pemasarannya menjangkau lokal hingga nasional, dan produknya sangat disukai sampai kita sering kewalahan penuhi permintaan pasar.
Untuk pendapatan, bisa menghasilkan ratusan juta setiap tahunnya dan setiap tahunnya meningkat. Padahal saat ini hanya 20 pohon yang bisa dipanen, sedangkan masih ada 200 lebih pohon yang belum panen. King Aren Rizani yakin KUBE Saling Sakiki akan terus berkembang, seiring ratusan pohon Aren akan siap panen.
Ibu Nurhasanah salah satu kelompok KUBE Saling Sakiki yang temui sedang memproduksi gula semut aren mengatakan program pendampingan AMMAN sangat luar biasa dan sangat maksimal bukan hanya memberikan kami teori tapi pembinaan sampa produk kami bisa dijual juga dibina, dulu kami hanya mampu berpikir jual air Aren berupa Gula Batok dan air Blo saja, sekarang kami sudah tau cara buat varian baru dengan bahan baku air Blo, dan ini sangat luar biasa bagi kami KUBE Saling Sakiki, dan alhamdulillah bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari sebelumnya.
dan yang paling luar biasa AMMAN aman juga bantu kami dalam bentuk sarana prasarana mulai dari bangunan dan mesin produksi kami, kami sangat salut atas keseriusan AMMAN yang mau membina kelompok kami dengan sepenuh hati.
Bu Nur menceritakan bahwa bibit pohon Aren pertama kali dibagikan oleh Newmont saat itu dibagikan ke semua masyarakat namun hanya segelintir orang yang mau menanam pohon Aren, namun program terhenti sampai dengan diakuisisi oleh AMMAN. AMMAN melihat potensi ini sehingga ada program pngembangan Gula Aren, dan alhamdulillah sangat serius dampingi kami sampai datangkan ahlinya.
Banyak ilmu yang kami dapatkan selain peningkatan ekonomi kami juga jadi tau kalau pohon Aren yang berbuat perempuan bisa diolah airnya bukan hanya kita jadikan kolang kaling, dan kami sangat berterimakasih kepada AMMAN yang sangat luar biasa membantu kami masyarakat.






