Sumbawa Barat, Samawarea. Com (28/1/2024)
Monumen Asmaul Husna yang terletak di Jalur Dua Zainul Majdi, yang baru saja selesai dibangun pada akhir tahun 2024, kini tengah mengalami permasalahan yang cukup mengganggu. Sebanyak 44 dari total lampu yang terpasang di monumen tersebut dilaporkan mati, meskipun umurnya belum genap satu tahun. Kejadian ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai kualitas dan daya tahan fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran negara, serta bagaimana pemeliharaan terhadap proyek-proyek infrastruktur publik.
Menurut keterangan yang diterima oleh tim media ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sahril, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ibu Laila ST, mengungkapkan bahwa salah satu kemungkinan penyebab matinya lampu-lampu tersebut adalah kehabisan pulsa, yang merupakan sumber daya untuk mengoperasikan lampu. “Namun, secara teknis kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ibu Laila ketika dihubungi melalui telepon.
Ibu Laila juga menambahkan bahwa jika ditemukan adanya kesalahan pada instalasi lampu yang masih dalam masa pemeliharaan, pihaknya akan meminta rekanan atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut untuk segera melakukan perbaikan. “Karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, jika ada kesalahan teknis, kami akan meminta kontraktor untuk memperbaiki,” tuturnya lebih lanjut.
Namun, Ibu Laila juga menjelaskan bahwa jika masalahnya hanya terkait dengan habisnya pulsa, maka Dinas PUPR yang bertanggung jawab untuk melakukan pengisian ulang pulsa. Ini karena monumen tersebut masih dalam pengelolaan Dinas PUPR sebelum diserahkan kepada dinas lainnya, seperti Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas Perhubungan, yang akan mengelola monumen tersebut secara permanen sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Dalam pantauan media ini sebelumnya, jumlah lampu yang mati sempat tercatat lebih dari 44 buah, bahkan mencapai 75 buah, dengan hanya 14 lampu yang masih menyala. Namun, setelah media ini melakukan konfirmasi keesokan harinya, sebagian lampu yang sebelumnya mati mulai menyala, meninggalkan 44 lampu yang masih belum berfungsi. Hal ini menunjukkan adanya upaya dari pihak terkait untuk memperbaiki masalah tersebut, meskipun tidak semuanya dapat diatasi dengan cepat, dan media ini sudah memberikan ruang untuk memperbaiki sebelum berita ini dinaikan.
Masyarakat pun mulai menunjukkan keprihatinan terhadap kondisi ini. Seorang warga Kecamatan Taliwang, Mujitahid, yang kerap melintasi Jalan Zainul Majdi, mengungkapkan harapannya agar permasalahan ini segera ditangani dengan serius. “Kami berharap agar lampu-lampu Asmaul Husna ini segera diperbaiki, sehingga jalanan di jalur Zainul Majdi bisa kembali indah dan terang. Pemda jangan hanya bisa membangun, tapi juga harus bisa memelihara,” ujar Munitahid.
Harapan masyarakat agar pemerintah daerah segera menuntaskan masalah ini semakin besar, mengingat Monumen Asmaul Husna tidak hanya sebagai salah satu ikon yang memperindah kota, tetapi juga sebagai sarana penerangan yang sangat penting bagi keselamatan pengendara yang melewati jalan tersebut, terutama di malam hari.
Dengan adanya keluhan ini, diharapkan pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi dan memperbaiki kualitas serta pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.






