SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 November 2024) – Kabupaten Sumbawa saat ini menghadapi masalah serius akibat kekeringan yang melanda. Dari 157 desa yang ada, 25 desa tercatat mengalami kekeringan parah, menyebabkan krisis air bersih yang berdampak pada kehidupan masyarakat setempat.
Dalam Debat Publik Pilkada Sumbawa yang digelar KPU Sumbawa, Kamis (31/10), para calon bupati dihadapkan pada pertanyaan mengenai inovasi yang akan mereka lakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi daerah yang terdampak kekeringan.
Pasangan calon nomor 4, Drs. H. Mahmud Abdullah (Haji Mo) dan H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH (BJS), menanggapi tantangan ini dengan menyatakan bahwa kekeringan merupakan masalah global akarena hampir semua tempat mengalaminya termasuk di Kabupaten Sumbawa.
Sebelum cuti kampanye, Haji Mo yang saat ini menjabat sebagai Bupati Sumbawa telah mengambil langkah-langkah jangka pendek, termasuk melakukan distribusi air bersih bekerja sama dengan BUMN di sejumlah desa terdampak.
Haji Mo juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan semangat “Pati Ongong Jaga Olat” sebagai bagian dari upaya menjaga hutan. “Semangat ini akan menjadi filosofi Tau Samawa jika saya terpilih kembali,” ujarnya, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi krisis air bersih.
Untuk jangka menengah, pasangan ini berencana mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan. Sementara untuk jangka panjang, mereka akan bekerja sama dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan untuk mewujudkan program “Barema Mo Jatu Samawa”, yang mengedepankan gotong royong dalam membangun Sumbawa.
Dengan berbagai inisiatif ini, Haji Mo dan BJS berharap dapat mengatasi masalah kekeringan dan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Sumbawa. (SR)






