SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Juni 2024) – SDIT ASA yang berlokasi di Jalan Bukit Permai—Simpang Boak, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa ini telah berdiri 2 tahun. Namun sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan ASA Sejahtera ini terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas dan terjangkau. Sebab belakangan ini sekolah berkualitas selalu diimejkan dengan biaya yang mahal sehingga kalangan tidak mampu sulit mendapat akses.
Ketua Forum Silaturahim Orang Tua SDIT ASA, Repi S, Selasa (18/6), mengatakan, keberadaan SDIT ASA pada prinsipnya ingin menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau oleh semua kalangan. Artinya masyarakat ekonomi lemah yang menginginkan anak-anak bisa bersekolah di Sekolah Islam Terpadu dapat difasilitasi di SDIT ASA dengan metode subsidi silang.
Ada beberapa macam penawaran biaya sekolah yang ditawarkan SDIT ASA. Yaitu biaya Rp 350 ribu per bulan, 200 ribu, 100 ribu dan lainnya. Model pembayaran lainnya ini jelas Repi, mengandung makna yakni bisa di bawah Rp 100 ribu sesuai kemampuan orang tua, atau gratis. Sedangkan bagi orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi dapat mengambil biaya di atas Rp 350 ribu.
“Bagi yang mengambil di atas 350 ribu, maka 350 ribu dibayarkan ke sekolah, kelebihannya akan menjadi infak atau sedekah investasi untuk menopang anak-anak yang sebelumnya tidak membayar atau gratis. Sehingga orang tua yang memiliki kelebihan insya Allah punya kesempatan untuk menopang anak-anak yang orang tuanya belum seberuntung kita dan itu akan menjadi amal jariyah bagi orang tua tersebut. Pada saat yang sama orang tua yang berekonomi lemah memiliki kesempatan mendapat pendidikan berkualitas,” jelasnya.

Agar pendidikan ini tumbuh berkembang, lanjut Repi, dibentuk forum silaturahim, untuk menggelar pertemuan rutin dalam rangka menyamakan konsep bahwa anak–anak mendapatkan pelayanan yang sama,
“Jangan sampai anak-anak yang orang tuanya tidak mampu mendapat pelayanan yang berbeda dengan mereka yang orang tuanya mampu. Tidak ada pilih kasih, semua mendapatkan pelayanan dan hak yang sama. Ini yang kita perkuat melalui forum silaturahim,” imbuhnya.
Untuk mendapatkan akses pelayanan pendidikan bagi yang tidak mampu, Repi menyebutkan, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Minimal ada 2 persyaratan, yaitu harus mendaftar masuk di SDIT ASA, kemudian bersedia disurvei untuk memastikan keadaan sebenarnya. Setelah disurvei dan dinyatakan memenuhi syarat, para orang tua tidak mampu ini harus bersedia mengikuti proses bersama dengan Forum Silaturahim Orang Tua ini.
“Kita tidak ingin mereka hanya menitipkan anaknya sekolah tapi pada saat yang sama cara berfikir orang tuanya tidak bisa dirubah. Dia harus tetap mengikuti pola-pola kita, sehingga bukan hanya anaknya yang dididik tetapi juga termasuk orang tuanya, untuk merubah pola pikirnya,” tandasnya. (SR)







