Kisah Inspirasi: Suami Selalu Pulang Subuh dan Langsung Mandi, Istri Curiga

oleh -1325 Dilihat

“Sang suami selalu pulang dini hari dan langsung mandi. Sang istri mencurigainya. namun istri menangis setelah mengetahui yang sebenarnya”

Setahun sudah kami berumah tangga, kehidupan kami normal-normal saja. Meskipun belum memiliki rumah sendiri, sebagai istri aku tidak mempermasalahkannya. Kendati demikian, kami berusaha menabung setiap bulan agar bisa membeli rumah walau sederhana.

Ketika gaji suami naik dan tabungan terkumpul lumayan, kami memutuskan untuk membeli rumah seadanya. Yang penting bisa ditempati, itu pun dengan tambahan pinjaman dari kerabat kami. Memiliki rumah sendiri adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Namun, suami ku harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan pinjaman dari kerabat.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Mulai ada yang aneh dengan suami ku. Beberapa waktu lalu ia mengatakan akan lembur untuk mencari uang tambahan agar bisa melunasi pinjaman kerabat secepatnya. Namun….kini tiap hari ia lembur. Dan yang aneh, pulangnya dini hari sekitar jam 1 atau jam 2.

Yang lebih aneh, begitu ia sampai rumah langsung mandi dan mencuci bajunya. Aku perhatikan beberapa hari, rutin ia lakukan begitu. Sampai di rumah langsung mandi dan mencuci baju. Aku jadi curiga.

Aku mulai mencurigai suami ku, jangan-jangan ia selingkuh. Bagaimana mungkin tiap hari lembur hingga tengah malam bahkan dinihari ?

Agar tak lama-lama dilanda ketidakjelasan suatu hari aku pun mendatangi kantornya. Ternyata benar. Suami ku tidak lembur. Aku pun mulai mengikutinya secara diam-diam. Ia menuju ke sebuah restoran barbeque. Dari seberang jalan aku mengatur emosi agar menahan diri. Tampak suami ku keluar dari restoran itu dengan baju putih, lalu ia mulai memanggang daging.

Aku jadi ingat dulu suami ku pernah bilang ia suka memanggang daging dan banyak teman yang bilang panggangannya enak.

Tak terasa air mataku menetes. Ku putuskan untuk masuk ke restoran itu dan memperhatikan suami ku lebih dekat.

Ia tampak menikmati pekerjaannya namun tetap saja tanda lelah tampak dalam dirinya. Bagaimana tidak, sejak pagi ia telah bekerja di kantor dan kini ia bekerja lagi. Aku tidak membayangkan, ia melakukan hal ini sampai tengah malam. Air mata ku semakin deras.

“Pesan apa, Bu?” tanya seorang pelayan. Aku segera mengusap air mata ku. “Segelas air minum saja, dan tolong berikan ke bapak yang memanggang daging itu,” pinta ku disambut tatapan aneh sang pelayan. Namun pelayan itu tetap memberikan minuman itu ke suami ku.

Saat suami ku menoleh ke arahku, ia kaget lalu mendatangiku. Aku memeluknya erat dan banjirlah air mataku. “Sayang, bagaimana kau bisa sampai di sini?” tanyanya. “Aku tunggu mas pulang kerja ya.”

Malam itu, suami ku menjelaskan semuanya. Dan aku pun meminta maaf telah mencurigainya. “Maafkan aku. Aku melihat mu setiap pulang selalu langsung mandi dan mencuci baju. Rupanya kamu tidak mau tercium asap oleh ku. Aku sempat curiga kalau kami memiliki wanita lain. Karena itulah aku mengikutimu. “Mana mungkin?” kata suami sambil mencium keningku.

“Engkau adalah wanita paling sempurna untukku. Sampai kapanpun tidak ada yang bisa menggantikan mu.” (*)

 

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *