SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Maret 2024) – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq SH, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui leading sektor terkait untuk memastikan ketersediaan Gas LPG 3 Kg. Biasanya pada jelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang, LPG 3 Kg langka sehingga harganya mahal.
“Kelangkaan ini yang perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah, terutama dalam kondisi cuaca buruk, menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Sebab tahun sebelumnya pada moment tersebut sempat terjadi kelangkaan karena permasalahan distribusi yang terkendala hari libur,” kata Rafiq, belum lama ini.
Saat ini diakui Rafiq, gas LPG 3 Kg di beberapa kecamatan mulai langka. Jika pun ada, harganya terlampau mahal jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia meminta pemerintah turun ke lapangan untuk memantaunya terutama di Kecamatan Alas, Plampang, Buer, dan Alas Barat. Rafiq berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.
Di antaranya berkoordinasi dengan Pertamina untuk kelancaran distribusi LPG 3 Kg, mengawasi penyaluran agar tepat sasaran dan memastikan tidak terjadi penimbunan sekaligus menindak tegas oknum-oknum yang menjual LPG 3 Kg di atas HET. “Ketika ini dilakukan, saya yakin kelangkaan dan harga LPG yang mahal tidak akan terjadi,” imbuhnya.
Sementara Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setda Kabupaten Sumbawa, Khairuddin SE., M.Si mengaku telah mengikuti rapat dengan para stakeholder seperti Sales Branch Manager II PT Pertamina Region V Sumbawa, Pemilik SPBE, dan penyalur-agen, untuk memperhatikan stok dan quota gas LPG 3 Kg menjelang ramadhan. Semuanya menyatakan siap memperhatikan suplai selama ramadhan.
Untuk kuota LPG 3Kg, Her—sapaan akrabnya mengaku disesuaikan dengan permintaan tahun 2023. Sejauh ini kuota masih stabil. Sedangkan untuk suplai yang sebelumnya melalui laut dari Lombok menggunakan mobil tangki 13.000 kg, kini via Pelabuhan Pertamina Bima.
“Selama ini sering terkendala cuaca dan kapal tongkang pengangkut khusus tanki dari Pelabuhan Lombok ke Poto Tano. Karena sekarang menggunakan jalur yang berbeda, hambatan itu tidak terjadi lagi,” demikian Her. (SR)






