Lolos Hibah Pengabdian Dikti, Tim Dosen UTS Bina UKM Kemiri Desa Punik

oleh -669 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Agustus 2023) – Dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali menorehkan prestasi. Kali ini Tim Dosen UTS yang diketuai Mietra Anggara, ST., MT sekaligus Dekan Fakultas Rekayasa Sistem (FRS) yang beranggotakan Reza Muhammad Rizqi, SE., M.Ak (Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Silvia Firda Utami, S.T., M.Sc (Dosen Teknik Industri FRS) dan beberapa mahasiswa yaitu Fitra Ridandy, I Kadek Widiasa, Lysy Okta Ryanty, Muhammad Yaz Rasyid dari Prodi Teknik Mesin, Tri Afrianingsih Prodi Manajemen, dan Rivhi Aprilfiansyah dari Prodi Teknik Industri, berhasil lolos Hibah Pemberdayaan Masyarakat Pemula.

Hibah dari Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2023 ini setelah tim dosen tersebut mengajukan proposal berjudul ‘Pemberdayaan Kelompok Usaha Kemiri dalam Peningkatan Produksi dan Manajemen Usaha di Dusun Punik, Kabupaten Sumbawa”.

Mietra Anggara mengatakan, pengabdian ini dilatarbelakangi atas permasalahan produksi dan manajemen usaha yang dialami oleh salah satu kelompok pengusaha kemiri, Nur Hasanah di Dusun Punik Kecamatan Batulanteh.

Kelompok usaha kemirinya belum menerapkan teknologi pasca panen. Selama ini pengeringan yang dilakukan secara sederhana atau konvensional dengan menjemur kemiri di atas terpal atau para-para yang hasilnya masih belum maksimal.

Mietra menyebutkan, metode itu membuat pengusaha hanya mampu mengeringkan kemiri dengan tingkat kekeringan yang jauh dari standar kadar air dan mutu yang baik. Kondisi ini harus dijalankan mengingat tingginya jumlah panen kemiri perhari dan meningkatnya permintaan.

“Proses pengeringan kemiri di kelompok usaha ini bergantung pada sinar matahari dengan suhu rata-rata 36 C. Pengeringan dengan suhu ini membutuhkan waktu kurang lebih 3-7 hari untuk mendapatkan hasil pengeringan sesuai dengan standart,” imbuhnya.

Selain itu, permasalahan lain yang dialami, manajemen usaha yang dilakukan oleh kelompok usaha kemiri meliputi manajemen SDM dan akuntansi keuangan masih belum tertata dengan baik. Manajemen SDM tidak terstruktur, karena pemilik kelompok usaha kemiri merangkap keuangan, produksi dan pemasaran. Hal ini menjadikan kelompok usaha kemiri akan sulit berkembang.

Pada 21 Agustus 2023 bertempat di Laboratorium Integrated UTS telah menyerahkan alat pengering kemiri yang dirangkaikan dengan pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin pengering serta pelatihan manejemen usaha dan pelaporan akuntasi keuangan kepada kelompok kemiri Dusun Punik.

Pada Manajemen SDM dan Akuntansi Keuangan menggunakan metode POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), Silvia Firda Utami, ST., M.Sc memberikan penjelasan. Disampaikannya bahwa tujuan dari pelatihan ini untuk membantu kelompok usaha kemiri dalam mengembangkan struktur organisasi yang lebih baik, terstruktur, serta menentukan target pemasaran usaha kemiri.

“Pengelolaan keuangan dari teman-teman di Punik masih belum memenuhi standar akuntansi keuangan usaha yang Keuangan Etintas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) yaitu akuntansi keuangan yang digunakan oleh UKM sebagaimana mestinya, hal ini dikarenakan keuangan yang ada pada kelompok usaha tersebut hanya mencantumkan pesanan dan harga total dari pesanan. Keuangan dalam kelompok usaha kemiri belum menjelaskan atau mencatat belanja bahan, pembayaran tenaga kerja, dan laba,” bebernya.

Untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi, ungkap Firda, sangat tidak mungkin dengan cepat terpenuhi dikarenakan dalam produksinya masih menggunakan alat-alat manual sehingga tidak dapat optimal dalam melayani pesanan dari konsumen.

Hal ini merupakan salah satu penghambat bagi kelompok usaha kemiri yang memproduksi kemiri kering untuk dapat lebih berkembang dalam usaha kemiri. Manajemen SDM dan akuntansi keuangan yang belum tertata dengan baik dapat menjadi hambatan dan alasan sulitnya perkembangan usaha kemiri yang dijalankan oleh mitra kelompok usaha kemiri.

Berikutnya Reza Muhammad Rizqi, SE., M.Ak yang menyampaikan materi pelatihan akuntansi keuangan menggunakan Aplikasi Android Buku Warung. Aplikasi ini memungkinkan pengusaha kemiri untuk mencatat pembukuan usaha secara digital, membantu dalam melacak pendapatan dan pengeluaran dengan lebih efektif.

Terkait penggunaan mesin pengering kemiri bahan bakar biomassa, Mietra Anggara, ST., M.T. memberikan pengarahan cara pengoperasian dan perawatan mesin tersebut. Selain itu memberikan buku panduan penggunaan sehingga memudahkan kelompok usaha dalam mempelajari dan memahami proses pengaplikasian mesin di kemudian hari jika mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

“Terima kasih kepada Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang telah mendanai pengabdian kami, serta pihak-pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kelompok usaha kemiri dalam meningkatkan produktivitas dan manajemen usahanya,” ucap Mietra. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *