KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, samawarea.com (7 Juni 2023) – Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM membuka Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah ke V Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Hanipati Resto, Selasa (6/6/2023) ini dihadiri sesepuh Muhammadiyah KSB Dr. KH. L. Zulkifli Muhadli, SH., MM yang juga Pimpinan Pondok Pesanteren Al-Ikhlas Taliwang, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah NTB, Dr. Falahudin M.Ag, Ketua Pengurus Wilayah Aisyah NTB Sofiah Rowiana ST.,MT, Wakil Ketua DPRD KSB, Merliza Jawas, Forkopimda KSB, pengurus NW Sumbawa Barat, Pengurus NWDI Sumbawa Barat, Pengurus Daerah NU Sumbawa Barat, dan berbagai orgnisasi lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Musyawarah Daerah V Sumbawa Barat, H. Abdul Wahid, SP., MP melaporkan bahwa kegiatan tersebut mengambil tema “Memajukan KSB, Mencerahkan Umat”. Kegiatan ini bertujuan agar menjadikan Muhammaiyah lebih berkontribusi untuk KSB.
Untuk menyukseskannya, H. Wahid menyatakan tidak melakukan penyampaian proposal atau meminta dukungan dari perusahaan-perusahaan, tetapi lebih memaksimalkan peran dan sumbangsih dari kader Muhammadiyah dan relawan.
“Alhamdulillah berkat dukungan dari seluruh pengurus bersama organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah seperti Nasyiatul Aisyiah, Pemuda Muhammadiyah, IPM, IMM, kegiatan Musyawarah Daerah Muhammadiyah V KSB berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Sementara itu Ketua PM Muhammaiyah KSB, Drs. H. Mukhlis MM, menyampaikan bahwa Muhammadiyah tetap melaksanakan musyawarah sekali dalam 5 tahun. Seharusnya PM KSB sudah melaksanakan Musyawarah pada tahun 2020 yang lalu, arena Pandemi covid menjadi tertunda, sehingga masa jabatan untuk periode berikutnya adalah 2022-2027.
Sesuai tema yaitu Memajukan KSB, Mencerahkan Umat” sebagai masyarakat sipil harus terus ta’awun, bermitra, dan bekerjasama dengan semua pihak. Ini sebagai bentuk dakwah Islam yang sejatinya disampaikan secara bijak dengan hikmah.
“Dakwah Islam bukan mengejek, tapi mengajak. Dakwah itu merangkul tapi bukan memukul. Dakwah mengedukasi bukan memprovokasi, dan dakwah Islam menyatupadukan bukan mencerai berai,” ungkap H. Mukhlis.
Ia juga menambahkan bahwa ada tiga agenda penting yang akan dilakukan yaitu Laporan Pertanggungjawaban pengurus periode 2015-2020, Rapat Pleno pembahasan program, dan pemilihan pimpinan Muhammadiyah 2022-2027.
“Semua pemilik hak suara akan memilih 13 orang dan ditetapkan ssbagai formatur yang nantinya formatur akan menetapkan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan sukses bermartabat, seperti mengutip pesan KH. Ahmad Dahlan, Aku titipkan Muhammadiyah kepada kalian semua dengan harapan kalian mau memelihara dan menjaga dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah dapat terus berkembang selamanya,” cetusnya.
Ketua PWA NTB, Sofiah Rowiana ST, MT dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Muhammadiyah KSB memiliki SDM yang luar biasa, dan berharap bisa bersinergi untuk Muhammadiyah yang berkemajuan.
“Untuk pengembangan kita butuh pemimpin Muhammadiyah KSB yang dapat mencontoh Rasulullah, Pemimpin yang profetik yang meemiliki sifat sidiq, tablig, amanah, fatonah. Memilih pemimpin yang bisa menggerakkan roda organisasi. Salah satu program yang bagus yaitu menggerakkan UMKM di KSB. Karenanya kader Muhammadiyah harus cerdas.
Dalam sambutan Ketua PWM NTB, Dr. Falahuddin., M.Ag berharap agar dalam pelaksanaan musyawarah, orientasinya tidak hanya memilih ketua, tetapi bisa menjadi momentum muhasabah, dan introspeksi. Muhammadiyah sekarang sudah memiliki usia 110 tahun lebih.
“Mari kita jaga, kita bukan partai politik. Jadikan ini sebagai momentum ukhhwah, menjaga nama baik persyarikatan. Melihat usia PDM KSB sekarang 25 tahun, maka untuk maju tidak membutuhkan usia harus tua, tidak harus membutuhkan waktu yang lama. Sekalipun muda tapi jika diberikan kepercayaan, harus bisa. Kita bisa menggunakan cara kerja ATM yaitu Amati, Tiru, Modifikasi. Organisasi kita harus unggul dari yang lain. Berkemajuan, dan Muhammadiyah tidak boleh diam,” tandasnya.
Bupati Sumbawa Barat dalam sambutan menyampaikan bahwa yang terpenting dalam kehidupan yaitu bagaimana cara mengelola perbedaan, karena perbedaan adalah rahmat. Tidak akan ada kolaborasi kalau tidak ada perbedaan. “Dengan adanya perbedaan kita baru bisa bersinergi, kita tetap harus tetap berpegang kepada tali agama Allah. Tujuan kita adalah satu, bagaimana cacranya agar kita unggul dan berkemajuan,” pungkas Bupati. (SR)






