Oleh: Haslansyah (Mahasiswa Magister Manajemen Inovasi Pendidikan Universitas Teknologi Sumbawa)
Ilustrasi “apakah gelas di bawah terisi air setengah atau gelas tersebut kosong setengah” dari jawaban bapak ibu kami bisa memastikan apakah bapak ibu tipikal orang yang pesimis atau orang yang optimis.
Kedua orang tua adalah madrasah pertama bagi anak atau sekolah bagi generasi penerusnya yaitu anaknya terutama seorang ibu, dari masa balita sampai mereka dewasa. Kedua orang tua sudah mulai memikirkan kemana anaknya akan disekolahkan yang walaupun mereka masih berusia balita, apakah anaknya akan dimasukkan ke sekolah Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) atau Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN),begitu juga Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dan bahkan anak-anak kuliah kemana, hal itu jelas dipikirkan oleh kedua orang tua.
Namun disisi lain ada juga Sebagian orang tua menyerahkan sepenuh anaknya ke sekolah untuk dibimbing dengan berdalih bahwa mereka disibukkan dengan pekerjaan yang begitu padat dan banyak, hal semacam inilah yang membuat pendidikan anak-anak tidak bisa kita dapatkan hasil yang diharapkan, karena anak-anak di sekolah cuman belajar 6 Jam saja , dari 24 jam dalam satu hari berada disekolah dan berintraksi bersama bapak ibu guru mereka. Sisa 18 jam itu harus bisa di maksimalkan sama kedua orang tua untuk berintraksi, kalau dari sisa waktu yang begitu banyak anak-anak berintraksi dengan kedua orang tua kami sangat yakin apa yang dicita-citakan atau yang sudah dipikirkan oleh kedua orang tua inn sya Alloh bisa tercapai/terwujud.
Guru adalah orang tua kedua bagi anak-anak berada disekolah, guru yang akan mengajar, membimbing, melatih, serta sebagai tempat mereka berbagi cerita. Peran bapak ibu guru di sekolah sangat penting dan begitu berat karena di samping mereka sebagai pengganti orang tua siswa mereka harus berbagi perhatian kesemua siswanya dengan berbagai macam karakter siswa yang ada di sekolah.
Karakter siswa sangat beraneka ragam dikarenakan mereka lahir dari latar belakang orang tua yang berbeda jenjang Pendidikan, misalnya ada yang orang tuanya tamatan SD,SMP,SMA bahkan ada yang Sarjana (S1), selain beda jenjang Pendidikan juga beda profesi kedua orang tua siswa, dari dasar itulah yang membuat siswa yang berada di sekolah dengan karakter yang berbeda beda dan beraneka ragam.
Karakter peserta didik juga sangat ditentukan dengan kondisi keluarga misalnya ada yang tinggal lengkap dengan kedua orang tuanya,ada yang tinggal sama bapaknya saja karena ibunya telah tiada,ada yang tinggal sama ibunya saja,ada juga yang tinggal sama nenek kakeknya dikarenakan orang tuanya pisah dan bahkan ada yang anak yatim piatu. Kondisi ini sangat menentukan karakter peserta didik, yang tinggal dengan keluarga yang lengkap akan terasa beda karakternya dengan anak yang tidak lengkap keluarganya begitu juga anak yang tinggal sama nenek kakeknya akan berbeda karakter dengan yang tinggal sama orang tua sendiri.
Menjadi seorang guru atau pendidik tidak semudah seperti apa yang dilihat oleh masyarakat pada umumnya sebagai contoh nyata misalnya pada saat pandemic covid 19 beberapa tahun yang lalu ada istilah belajar Daring ( dalam Jaringan ) dari rumah, Sebagian besar orang tua kewalahan mengajar anaknya sendiri yang cuman satu atau dua orang saja anaknya, nah bagaimana dengan tugas guru yang mengajar puluhan anak dalam satu kelas. Seorang guru harus bekerja keras dalam proses mendidik generasi bangsa karena dilatar belakangi karakter yang beraneka ragam, seorang guru harus mampu memberikan perhatian atau pembelajaran secara merata kepada peserta didik karena semuanya punya hak sama terhadap Pendidikan.
Ada beberapa factor pola fikir orang tua terhadap Pendidikan anaknya misalnya:
- Berfikir negative tentang Pendidikan
- Berfikir positive tentang Pendidikan
Orang tua yang berfikir negative tentang pendidikan adalah orang tua yang pesimis terhadap pendidikan anaknya misalnya dengan kalimat:
- Pendidikan itu mahal, itu yang menjadi alasan orang tua tidak mau menyekolahkan anaknya, mereka lupa bahwa dengan anaknya tidak bersekolah justru akan lebih banyak pengeluaran yang tidak terarah dan tak terduga, coba dibayangkan anak yang sekolah dengan anak yang tidak sekolah kebutuhannya hampir sama seperti misalnya pakaian,Hp,makan dan kebutuhan lainnya,jadi lebih baik disekolahkan anak-anak biar ada hasilnya untuk bekal hidup mereka kelak, yang sekolah dapat ilmu dan gelar sementara yang tidak sekolah tidak dapat apa-apa sementara kebutuhan hidup sama.
- Pendidikan itu tidak penting karena orang sekolah itu hanya untuk mencari kerja dan bekerja menghasilkan uang, nah kalau ujungnya hanya uang, untuk apa sekolah? toh juga bapak sama ibumu sudah punya asset yang banyak bahkan tidak habis sampai 3 keturunan misalnya sawah,hewan ternak dan aset lainnya
- Untuk apa sekolah tinggi-tinggi toh juga semua pekerjaan atau jabatan sudah ada yang isi jadi kamu mau bekerja dimana? Mereka lupa padahal yang bekerja sekarang adalah pekerja pengganti pekerja atau pegawai yang dahulu karena telah masuk usia pensiun/ purna tugas
- sekolah tinggi tidak penting, itu lihat tetangga kita sudah sekolah tinggi-tinggi jadi pengangguran juga, mereka selalu melihat sisi kegagalan dalam Pendidikan, harusnya orang tua berfikir bayangkan saja orang yang sekolah saja nganggur bagaimana kalau tidak sekolah.
Orang tua yang berfikir positif tentang Pendidikan adalah orang tua yang berpikir optimis misalnya:
- Pendidikan itu tidak mahal alias murah, dengan anaknya bersekolah ataupun tidak mereka tetap akan menafkahi anaknya karena merupakan tanggung jawab dunia akhirat bagi orang tua, yang mahal itu bukan biaya sekolah tapi yang mahal itu adalah kemauan anak bersekolah dan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
- Pendidikan itu sangat penting karena dengan Pendidikan Alloh akan mengangkat derajat seseorang, Pendidikan adalah warisan terbaik untuk anak cucu kita kedepan. Dengan Pendidikan yang tinggi pola hidup orang yang sekolah akan teratur dan tertata dengan baik. Baik dari kinerjanya,sikap,tutur kata dalam berintraksi dengan masyarakat, itu tidak lepas dari pengaruh positive dalam Pendidikan. Peran Pendidikan dalam hidup manusia sangat penting itu yang menjadi utama misalnya kita bekerja harus dengan ilmu,beribadah harus ada ilmu, berorganisasi harus ada ilmu serta berkeluargapun harus ada ilmu.
- Sekolah itu baik buat kehidupan anak-anak karena dengan mereka bersekolah maka mereka sudah siap untuk mengganti para pejabat/pejuang bangsa saat ini, generasi terbaik adalah generasi yang berpendidikan, itulah yang akan menjadikan negara kita akan menjadi negara yang besar dan akan diakui oleh dunia luar.
- Sekolah tinggi itu bukan semata-mata menargetkan untuk mencari pekerjaan tapi Pendidikan tinggi itu bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain dengan maksud bagaimana kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dengan cara seperti itu kita bisa bermanfaat bagi orang lain serta membantu perekonomian orang lain assebab dari hasil mengenyam Pendidikan tinggi. Seperti kata hadist ( khoirunnas anfa uhum linnas ) sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Seorang yang berpendidikan tinggi harus bisa menjadi contoh yang baik didalam masyarakat.
Pola fikir negative orang tua yang akan menjadi penghambat lahirnya generasi yang cerdas serta berfikir kritis untuk membangun negeri ini, mari sama-sama kita bangun negeri kita ini dengan selalu berfikir positive terhadap Pendidikan.
Sementara peran orang tua sangat penting dalam Pendidikan anak, terutama memberi support untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu. Ada beberapa hal yang harus dilakukan sama orang tua antara lain:
- Selalu menjalin komunikasi dengan anak misalnya pas pulang sekolah ditanya apa pelajaran tadi di sekolah, ada tugas dari bapak ibu guru,semangat nak ya, pasti kamu bisa melewati itu semua. Pertanyaan semacam itu menjadi motivasi bagi peserta didik/ anak untuk terus rajin belajar.
- Orang tua harus bisa menjadi tempat curhat peserta didik seperti halnya bapak ibu guru disekolah, misalnya mendengar cerita dia pada saat belajar, bisa menjawab soal disekolah,masalah kebutuhan belajar atau masalah pribadi anak, orang tua harus siap menjadi pendengar setia. Dengan cara seperti itu kita bisa berperan sebagai orang tua yang di segani dan sekaligus bisa menjadi teman yang di idolakan oleh anak-anak
- Perhatikan dengan siapa anak-anak bergaul. Anak di usia masih sekolah mereka masih sangat labil dan mudah terpengaruh,takutnya mereka salah pergaulan jadi orang tua harus kerja keras untuk memperhatikan pergaulan anak anaknya jangan sampai diabaikan karena akan berakibat buruk terhadap anak anak.
- Orang tua harus mempersiapkan waktu khusus untuk berintraksi dengan anak-anak misalnya diskusi masalah sekolah atau ajak rekreasi dan sejenisnya.
Pendidikan kita saat ini telah mengalami kemajuan yang signifikan berawal dari pola fikir positive serta optimes untuk memajukan dunia Pendidikan di negara tercinta ini. Kemajuan tersebut kami lihat di berbagai bidang dari pemakain aplikasi atau tehknologi secara menyeluruh. Metode belajar peserta didik bisa belajar melalui online artinya metode belajar bersifat dinamis, kami tidak dapat pungkiri bahwa dunia Pendidikan akan berjalan lebih pleksibel dan mudah. Dengan pembelajaran yang pleksibel akan memudahkan peserta didik dapat meningkatkan mutu intelegen siswa bahkan masyarakat umum terutama kedua orang tua peserta didik.
Pendidikan sekarang lebih ditekankan kepada Pendidikan modern misalnya siswa sekarang tidak mesti belajar didalam kelas/ruangan, peserta didik bisa belajar dimana saja termasuk belajar di luar ruangan. Peserta didik lebih bebas dalam menentukan pelajaran yang mereka kuasai sebagai bentuk penerapan merdeka belajar dalam kurikulum merdeka yang di gagaskan oleh Menteri Pendidikan. Peserta didik sangat dimudahkan dalam proses belajar karena didukung oleh tehknologi dan merupakan intruksi khusus dari kementerian Pendidikan, jadi suka ataupun tidak suka para pendidik atau tenaga kependidikan harus melaksanakan instruksi tersebut.
Peran pemerintah pusat terhadap dunia Pendidikan saat ini sangat baik karena tidak ada lagi pembayaran dalam proses pembelajaran yang akan membebani orang tua peserta didik, secara otomatis anggaran Pendidikan yang disiapkan oleh orang tua peserta didik bisa di alihkan ke tempat lain misalnya untuk pembelian asset lainnya yang berguna buat Pendidikan anak ke jenjang berikutnya.
Program pemerintah mengratiskan Pendidikan juga ada sisi kurang baik karena ada Sebagian orang tua atau wali murid seakan-akan acuh dengan Pendidikan anaknya. Ada salah satu cerita seorang ibu mencari anaknya ke sekolah, terus ditanya oleh petugas piket disekolah nama anaknya, kelas berapa dan jurusan apa? Beliau tidak tahu kelas dan jurusan anaknya, yang beliau tahu hanya nama anaknya dan sekolah di sekolah ini katanya. Inilah yang menjadi bukti dampak yang kurang baik dari Pendidikan gratis.
Namun disisi lain kalau kita melihat program pemerintah pusat terhadap Pendidikan memang belum merata dikarenakan masih ada beberapa daerah di nusantara ini belum tersentuh dengan program tehnologi. Hal tersebut kita bisa melihat dari kelayakan bangunan sekolah, kondisi sekolah dan fasilitas pendukung sekolah, disekolah tersebut ada anak-anak calon generasi terbaik bangsa yang sedang mengenyam Pendidikan dan mereka sangat semangat belajar dengan fasilitas seadanya.
Fasilitas seadanya ini yang menjadi peran guru untuk selalu memberi motivasi kepada peserta didik untuk terus semangat belajar sampai akhir hayat mereka. Namun karena kekurangan akses hal itu yang membuat mereka sulit untuk menggapai tujuan dan cita-citanya, mereka akan jauh tertinggal dengan peserta didik yang mengenyam Pendidikan di kota besar, karena peserta didik yang belajar dikota besar mempunyai fasilitas pendukung yang mumpuni dalam proses pembelajaran.
Peningkatan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan juga perlu diperhatikan sama pemerintah pusat karena mutu para Pendidik akan menentukan hasil terhadap peserta didik. Pemerintah pusat telah meluncurkan aplikasi merdeka mengajar yang memudahkan bapak ibu guru untuk selalu ubdate terhadap perkembangan metode pembelajaran terhadap peserta didik, aplikasi tersebut banyak menampilkan video pembelajaran yang bisa jadi acuan bapak ibu guru untuk mempraktikkan dalam mengajar, pemerintah juga menyiapkan website untuk mengikuti pelatihan,webinar dan lainnya. Dengan pelatihan atau webinar para pendidik bisa meningkatkan pengetahuan dalam proses belajar mengajar dengan konsep merdeka belajar dan merdeka mengajar.
Kesimpulan
Peran pemerintah, peran guru di sekolah dan peran orang tua terhadap Pendidikan sangat menentukan hasil terhadap peserta didik di dunia Pendidikan kita, apakah akan lebih baik atau sebaliknya. Kalau dari ke tiga komponen tersebut bekerjasama maka keyakinan kuat kami Pendidikan di Indonesia akan bermutu serta bisa menciptakan generasi emas buat negara kita.
Khusus pola fikir orang tua, marilah kita selalu berfikir positive terhadap Pendidikan dan selalu optimis, jangan menjadi orang tua yang pesimis karena alloh SWT sang pencipta akan memberikan segala sesuatu kepada hambanya disesuaikan dengan pola fikir atau prasangkanya. Dengan kita berfikir positif maka hasil yang akan di dapatkan oleh peserta didik akan mendapatkan hasil yang positif juga, begitu juga kalau kita berfikir negative maka hasil yang akan didapatkan negative juga.
Dengan segala hormat marilah kita satukan do’a dan pikiran kita, semoga Alloh SWT membimbing kita semua untuk selalu memberikan warisan terbaik kepada generasi negara republik Indonesia ini. Semoga Alloh SWT mengabulkan do’a dan harapan kita semua biar kita bisa memetik hasil dari semua usaha kita, dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Pesan seorang ulama kalau mau menghancurkan sebuah negara maka hancurkan generasinya, dengan cara jauhilah mereka dari Pendidikan terutama Pendidikan agamanya, kalau agamanya rusak maka rusaklah seluruh pola fikir serta keputusan dalam hidupnya, tetapi kalau Pendidikan agamanya bagus maka dia akan menjadi generasi yang beradap serta berakhlak. (*)






