Hari Pendidikan Nasional dan Gerakan Seribu Cendekia NTB

oleh -484 Dilihat
Fidya Yolanda Polontalo

Oleh: Fidya Yolanda Polontalo (Mahasiswa Master Teknologi Lingkungan, Univerti Teknologi MARA, Malaysia. Penerima Beasiswa NTB 2021)

Usai gempita hari raya idul fitri, dunia maya tak hanya dihiasi ramai ucapan “minal aidin walfaizin” namun tak lama langsung disambut semarak Hari Pendidikan yang tepatnya jatuh pada tanggal 2 Mei, sebagai hari besar nasional Negara Indonesia. Tak hanya ucapan, berbagai kegiatan diselenggarakan, menjadi sebuah perwujudan rasa penghargaan yang besar masyarakat Indonesia kepada nilai yang dijunjung dari kata pendidikan.

Pendidikan merupakan hal yang disepakati penting oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Karena pendidikan merupakan jembatan pembentukan moral dan intelegensia masyarakat, yang dipercayai akan membantu meningkatkan kualitas hidup manusia hingga dapat berdampak besar dalam pengurangan kemiskinan, meningkatkan kesehatan, kesetaraan gender, perdamaian, dan stabilitas sebuah Negara.

Beberapa strategi yang dipercayai dapat meningkatkan kualitas pendidikan sebuah Negara diantaranya memobilisasi perhatian publik dan dukungan politik untuk menjadikan peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari dialog kebijakan, peningkatan kapasitas lembaga pendidikan, pengembangan desentralisasi, restrukturisasi system administrasi, pemberian pelatihan manajerial dan memberikan perhatian lebih kepada pendidikan di daerah marginal (David Chapman and Don Adams, 2002)

Dalam menyemarakkan hari pendidikan, opini ini hendak menyoroti berbagai inovasi yang tampak dari provinsi timur Negara Indonesia yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan inovasi daerah dalam pemerintahannya. Siapa sangka sejumlah langkah strategis guna meningkatkan pendidikan yang disampaikan oleh Professor Don Adams terbungkus apik oleh pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam visi misinya: NTB Gemilang – NTB Sehat dan Cerdas.

Guna mencapai misi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi daya saing daerah, pemerintah NTB menyusun dan menjalankan empat program sasaran strategis seperti beasiswa pendidikan S1, S2 hingga S3 dalam dan luar negeri, pendirian rumah bahasa dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing, revitalisasi SMK dan revitalisasi posyandu.

Pencapaian dari sasaran strategis ini didukung dengan adanya system dan keterbukaan informasi NTB yang bahkan telah mendapatkan penghargaan inovasi daerah secara nasional (Penghargaan sebagai Provinsi Terbaik III dalam Indeks Keterbukaan Informasi Publik (iKIP) Tahun 2022, Jakarta pada Kamis, 22 September 2022). Hal ini menjadi jembatan emas bagi setiap warga NTB mendapatkan akses informasi dan kemudahan pelayanan dalam mendapatkan kesempatan peningkatan pendidikan. Tak main-main, sejumlah kerjasama nasional dan internasional berhasil dijalin oleh pemerintah NTB. Hal ini patut diapresiasi bebagai bentuk komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pendidikan.

Tak salah mengilas kembali pernyataan Gubernur NTB – Dr Zulkieflimasyah pada tahun 2019 dalam peresmian 6 unit sekolah pasca Gempa Lombok, “Kita akan tetap tertinggal kalau kita mengabaikan pendidikan”. Pernyataan sederhana ini menggambarkan bagaimana pemimpin NTB menyadari penuh bahwa pendidikan adalah sebuah poros perubahan,  poros pergerakan yang perlu diupayakan secara kontinu. Ketrampilan, pengetahuan, dan inovasi yang didapatkan generasi penerus adalah aset terbesar ekonomi yang akan terus tumbuh. Sebuah fakta bahwa kualitas sumber daya manusia berpengaruh hingga dua pertiga dari perbedaan pendapatan di seluruh dunia (World Bank).

Sebagai warga NTB, Hari Pendidikan dapat kita semarakkan dengan berbagai kuntum bunga dan ucapan selamat untuk para guru yang telah berjuang di medan pendidikan, untuk para peneliti yang telah menguraikan berbagai masalah di bidang pendidikan, untuk para orang tua yang tidak putus asa berjuang demi pendidikan keluarga, untuk badan negeri, swasta dan komunitas masyarakat yang telah berkontribusi memastikan terlaksananya pendidikan.

Dan ucapan selamat hari pendidikan kepada Jajaran Pemerintah Nusa Tenggara Barat, untuk berbagai program pendidikan yang disusun dan dijalankan, tak terkecuali Gerakan Seribu Cendekia yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat NTB mereguk nikmatnya pendidikan. Sebuah mimpi yang dulu terucap tidak mungkin oleh provinsi yang sempat masuk sebagai kategori daerah tertinggal Negara Indonesia.

Semoga berbagai gerakan pendidikan ini dapat terus bertahan, untuk memberikannya kesempatan meningkat, tidak hanya dalam kuantitas inovasi dan penerima manfaat, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai aspeknya. (*)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *