SUMBAWA BARAT, samawarea.com (13 April 2023)–Selain dokter spesialis jantung, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Sumbawa Barat juga akan mendatangkan dokter spesialis mata.
Ditemui samawarea.com, Rabu (12/4), Direktur Asy-Syifa, Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof mengakui hal itu. Untuk spesialis mata akan diupayakan didatangkan tahun ini sehingga sudah bisa melayani masyarakat Sumbawa Barat. Dokter spesialis mata ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Papua.
Setelah dilakukan komunikasi dan memaparkan tentang Sumbawa Barat, dokter tersebut tersebut tertarik dan bersedia untuk pindah dari Papua ke Sumbawa Barat.
“Saat ini sedang proses pemberkasan kita sudah mengeluarkan surat sebagai daerah tujuan pindah sehingga dalam waktu dekat dokter itu sudah ada di Sumbawa Barat,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kesediaan dokter tersebut sangat luar biasa. Selain berstatus PNS, juga akan menjadi dokter tetap di RSUD Asy-Syifa. Selama ini RSUD Asy-Syifa memiliki dokter spesialis mata namun berstatus kontrak selama 3 bulan. Setelah tiga bulan kembali mengurus kontrak baru, itupun jika dokternya bersedia.
“Kalau sudah PNS dan menjadi dokter tetap kami sudah tidak lagi memikirkan perpanjangan kontrak, apalagi pasien mata setiap harinya sangat ramai,” imbuhnya.
Ketika dokter mata ini tiba, lanjut dr Carlof, berarti di Sumbawa Barat memiliki dua dokter spesialis mata, sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Saat ini pasiennya kita batasi karena dokternya satu dan melayani sampai jam 2 siang, tapi kalau sudah ada tambahan dokter spesialis mata, maka kita tidak akan batasi masyarakat yang mau berobat bahkan kita buka pelayanan sampai jam 4 sore, karena memang idealnya setiap satu layanan memiliki 2 dokter yang menangani, dan juga sebagai antisipasi apabila ada dokter yang berhalangan datang, supaya pelayanan tetap berjalan,” tandasnya.
Kelebihan lainnya, sambung Carlof, ketika memiliki dokter spesialis dapat lebih mengetahui kondisi pasien yang melakukan berobat lanjutan, tanpa harus mengulang kembali untuk didiagnosa dan penanganannya pun lebih maksimal.
“Semoga apa yang kita niatkan bisa berjalan dan bermanfaat untuk masyarakat. Kami juga sangat berharap masyarakat agar lebih ramah lagi agar dokter dari luar bisa betah di Sumbawa Barat, karena rata-rata dari luar memiliki kultur berbeda, sedangkan kita memiliki kultur yang tegas dan cenderung dinilai keras oleh orang lain walaupun niat kita baik, kalau orang baru sering merasa tidak nyaman,” pungkasnya. (HEN/SR)






