Bentuk Tim Kesehatan MXGP, Sumbawa Minta Bantuan Provinsi

oleh -910 Dilihat
Pelatihan tenaga kesehatan di Sumbawa saat persiapan MXGP Samota Tahun 2022 lalu

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 April 2023)–Minimnya sumberdaya manusia dan fasilitas pendukung, membuat Kabupaten Sumbawa belum bisa membentuk tim kesehatan secara mandiri. Karena itu pada perhelatan MXGP Samato 2023, 24—26 Juni mendatang, Kabupaten Sumbawa meminta dukungan penuh dari propinsi.

Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa menginisiasi rapat secara virtual terkait pembentukan tim kesehatan bersama Kepala Dikes NTB, Dirut RSU Provinsi NTB, Dirut RSUD Sumbawa dan Dirut RSMA Pulau Sumbawa, Selasa (18/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaedi S.Si., M.Si., A.Pt yang dicegat usai Rapat, mengatakan, pembentukan tim kesehatan ini dilakukan karena Kabupaten Sumbawa belum bisa membentuk tim seperti pelaksanaan MXGP tahun lalu. Sebab, pada MXGP 2022 lalu, tenaga kesehatan Kabupaten Sumbawa dibantu oleh tim kesehatan dari Provinsi NTB. Demikian dengan peralatan yang akan digunakan juga dibantu propinsi.

“Kita tidak punya alatnya, kita minta bantuan ke provinsi. Apalagi tahun ini ada dua event (MXGP) di Sumbawa dan Lombok, yang pelaksanaannya berdekatan. Tim provinsi tidak bisa membantu seperti tahun lalu, jadi ini yang kita diskusikan,” ujar Junaedi.

Dia mengungkapkan, dalam diskusi itu dipaparkan mengenai apa kekurangan Tim Kesehatan Kabupaten Sumbawa, sehingga nanti bisa dibantu oleh Tim Kesehatan Provinsi. Dalam event dengan risiko kecelakaan ini, jelasnya, tentu tim kesehatannya membutuhkan keahlian tertentu.

Kebetulan, salah seorang dokter di Kabupaten Sumbawa sudah mendapat lisensi dari Federation of Internationale de Motorcyclisme (FIM). Nantinya, dokter tersebut yang akan menyusun kualifikasi apa saja yang dibutuhkan bagi tenaga kesehatan.

Untuk fasilitas kesehatan yang digunakan selama perlombaan, terangnya, akan menggunakan fasilitas di RSUD Sumbawa dan RSMA. Jika tidak memenuhi standar kesehatan dari FIM, maka pihaknya akan meminta bantuan dari provinsi.

Lebih lanjut Junaedi mengatakan, adapun kendala yang dihadapi oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Sumbawa, adalah kurangnya pengalaman menangani event berskala internasional. Sementara tenaga kesehatan di provinsi sudah sering menanganinya. Seperti WSBK dan Moto GP.

Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemprov NTB untuk melibatkan tenaga kesehatan yang lebih banyak dalam event internasional ini. Terutama melibatkan tenaga kesehatan dari kabupaten, sehingga memiliki pengalaman untuk memberikan penanganan dalam event berskala internasional.

“Ketika ada event seperti ini lagi atau event jangka panjang, tim kita sudah cukup mampu dan bisa mandiri,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *