SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Maret 2023)–Tidak diunggulkan, artinya dipandang sebelah mata. Namun siapa sangka mampu mengharumkan nama daerah di kancah Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) NTB 2023 lalu. Bahkan menjadi langganan penyumbang medali emas di setiap Porprov.
Pada Porprov 2023, Cabor ini mampu mendongkrak raihan medali yang membuat Kabupaten Sumbawa bertengger di posisi keempat dari 10 kabupaten/kota di NTB.
Cabang olahraga ini memang belum begitu diminati, karena tidak begitu populer di masyarakat Sumbawa. Padahal olahraga ini adalah olahraga modern yang sangat digemari masyarakat di kota-kota besar maupun luar negeri. Termasuk diminati sebagian besar kalangan orang berada.
Uniknya di Kabupaten Sumbawa, olahraga ini satu-satunya hanya berada di Kecamatan Alas Barat. Dan atlitnya adalah anak-anak dari perkampungan. Boleh dikatakan, ini cabang olahraga dengan atlit yang paling sedikit.
Adalah Cabang Olahraga Senam yang berada di bawah naungan Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kabupaten Sumbawa. Pada Porprov XI 2023 yang lalu, Cabor Senam Sumbawa berhasil mencapai target raihan medali emas. Yakni, dua medali emas, dan satu perunggu.
Dua emas ini disumbangkan M. Fauzan asal Dusun Gelampar, Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat pada nomor meja lompat. Saat usia sekolah, M Fauzan adalah peraih medali perunggu O2SN di Makassar.
Selain Fauzan, medali emas juga disumbangkan Ahmad Lean Zaiini pada nomor Senam Lantai Putra. Lean–sapaan pelajar SMP asal Usar Mapin ini pernah meraih medali perak O2SN di Jogja Tahun 2018.
Penyumbang medali lainnya adalah Melda Dina Safitri. Pada Nomor Meja Lompat Putri, siswi SMA Negeri 1 Alas Barat meraih medali perunggu. Sedangkan Anna Shaufiah, yang turun pada nomor Senam Lantai Putri masih belum beruntung.
Pelatih Persani Sumbawa, Syamsul Mulyadi, S.Pd yang ditemui usai menerima bonus dari Pemda Sumbawa, Senin (6/3), mengaku bangga dengan prestasi atletnya yang mampu mempertahankan tradisi meraih emas. Pada Porprov 2023 kemarin, Ia mengirim 4 atlit, dua laki-laki dan dua perempuan untuk mengikuti 4 mata lomba. Minimnya pengiriman atlet karena memang jumlahnya yang terbatas, di samping sebagiannya masih dalam tahap belajar dan persiapan untuk mengikuti Porprov sangat singkat. “Jadi kami memilih yang berpotensi, dengan target 2 medali emas. Alhamdulillaah, target tercapai,” kata Mul—sapaan pelatih yang juga Kepala SDN 1 Labuhan Mapin Alas Barat.
Mul mengakui dalam mendukung perkembangan Cabor Senam di Kabupaten Sumbawa, masih banyak kekurangan dan hambatan. Tak hanya peralatan yang minim, tapi juga tidak tersedianya gedung tempat berlatih. Selama ini mereka berlatih secara berpindah-pindah. Ia berharap ke depan, pemerintah daerah dan KONI Sumbawa dapat memberikan perhatiannya.
Pengurus Persani Kabupaten Sumbawa, Euis Kurniasih S.Pd sekaligus Manager Tim, juga bangga dengan prestasi para atlet senam. Meski jumlah atletnya minim, namun mampu meraih medali emas sesuai target.
Euis yang juga Lurah Bugis Kecamatan Sumbawa ini, mengakui jika kemampuan atletnya tak boleh dipandang sebelah mata. Sebab setiap Porprov pasti menyumbang medali. Pada Porprov 2018 lalu, Cabor Senam menyumbang 2 medali emas untuk Sumbawa, satu perak dan tiga perunggu.
Ke depan Ia berharap Cabor binaannya ini mampu meningkatkan prestasinya. Tentunya dengan dukungan semua pihak. Sejauh ini diakui Euis, KONI Sumbawa telah memberikan perhatiannya dengan pengadaan sejumlah peralatan seperti pir lompat, meja lompat dan matras.
Yang dibutuhkan saat ini adalah tempat latihan permanen. Selain memantapkan skill para atlet juga keberadaan tempat menjadi daya tarik masyarakat untuk bergabung.
Untuk memasyarakatkan Olahraga Senam, lanjut Euis, Persani akan mengadakan pelatihan pelatih dengan peserta para guru olahraga terutama untuk senam prestasi (Artistik, Ritmik, Aerobic Sport).
Persani juga akan menggiatkan sosialisasi di sekolah guna menjaring bibit atlet berpotensi untuk dilatih, sehingga atlet senam tidak hanya dari Alas Barat, tapi juga dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa. (SR)






