SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 Maret 2023)–Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, terus digalakkan Pimpinan Komite III DPD RI, Evi Apita Maya SH., M.Kn. Kali ini kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Jorok Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Selasa (7/3/2023).
Kegiatan hasil kerjasama dengan Karang Taruna Cemara Desa Jorok dan Karang Taruna Kabupaten Sumbawa ini dihadiri Wakil Rektor UNSA, Dr. Syafruddin SE, MM, Kades Jorok Rusmam Akang, Pengurus Karang Taruna Kabupaten Sumbawa, Pengurus Karang Taruna se Kecamatan Unter Iwes, Kecamatan Labuhan Badas, dan Kecamatan Sumbawa, serta warga setempat.
Ketua Panitia, Arrahmansyah SE, M.M.Inov melaporkan, kegiatan ini dilaksanakan karena wawasan kebangsaan mulai terkikis terutama kalangan muda dan pelajar. Ia berharap wawasan ini kembali disegarkan dengan intensnya sosialisasi dari berbagai pihak, seperti dilakukan Senator NTB, Evi Apita Maya.
Kades Jorok, Rusman Akang dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Senator Evi di tengah masyarakatnya untuk menyerap aspirasi. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya kalangan pemuda di Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu Anggota DPD RI, Evi Apita Maya, SH., M.Kn menjelaskan, sosialisasi empat pilar sangat penting karena kecintaan dan nilai luhur kebangsaan mulai pudar. DPD RI dan DPRI RI merupakan lembaga legislasi, membuat rancangan undang undang, memiliki fungsi pengawasan. Khusus DPD RI, tidak memiliki fungsi budgeting.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Senator Cantik ini diikuti sangat antusias oleh para peserta. Berbagai pertanyaan dan harapan disampaikan kepada anggota DPD RI tersebut. Bagi yang bertanya diberikan doorprize.
Wakil Rektor III UNSA selaku Akademisi, Dr. Syafruddin SE., MM lebih banyak memaparkan tentang wawasan kebangsaan. Menurut, bahwa negara ini masih jauh tertinggal dari negara lain. Pemimpin harus banyak belajar IT sesuai era kemajuan tehnologi. Pengalaman dan ilmu pengetahuan harus digabung.
“Kita harus mampu memahami substansi dan essensi agar mampu menggapai titik puncak,” tandas mantan Rektor UNSA ini. (SR/*)






