Wabup KSB Paparkan Konsep Penanganan Stunting

oleh -325 Dilihat
Wabup KSB Fud Syaifuddin ST

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (22 Februari 2023)–Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST, menjadi pemateri pada kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Propinsi NTB tahun 2023, di Aston Hotel Mataram, Rabu (22/2).

Dalam kesempatan itu, Wabup KSB memaparkan secara rinci bagaimana praktek baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah KSB dalam melakukan upaya penurunan stunting. “Saat kami dilantik pertamakali tahun 2016, program pertama kami laksanakan yaitu membuat jamban atau dikenal dengan jambanisasi. Saat itu kita belum tau apa itu stunting karena belum populer,” kata Wabup.

Mengawali dengan program jambanisasi, ungkap Wabup, ternyata banyak orang mencibir. “Masa Bupati dan Wakil Bupati ngurus jamban. Tapi dalam perjalanannya, banyak masyarakat mulai sadar, memfasilitasi masyarakat untuk tidak buang air besar sembarangan sangat membantu masyarakat untuk bisa hidup sehat dan bersih,” ujarnya.

“Ketika masyarakat tidak buang air besar sembarangan, maka secara otomatis kita terhindar dari penyakit yang bersumber dari dari lingkungan yang kotor, seperti kolera, tubercolosis dan lain-lain,” sambung Wabup.

Dalam hal penanganan stunting, di KSB juga didukung dengan keberadaan Peraturan Daerah Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Gotong royong di dalam Perda tersebut diberdayakan, tidak sebatas slogan, tetapi memang benar-benar dimanfaatkan. Dalam penanganan penurunan angka stunting di KSB dilakukan secara gotong royong.

Upaya untuk mengintervensi penurunan stunting telah dapat ditunjukkan melalui kerja-kerja dilapangan yang digerakkan oleh para agen dalam program Posyandu gotong royong, dan menunjukkan  data–data penurunan angka stunting di KSB.

“Dari yang sebelumnya tahun 2020 berada pada angka 33,40, tahun 2021 berada pada angka 24,6, pada tahun 2022 berada pada angka 13,19 %, dan insyAllah tahun 2023 akan berada pada angka 6,43 %, sehingga pada tahun 2024 kita berani pasang angka 4 %. Semua pihak bergerak, agen langsung datang mendata masyarakat ke rumahnya masing-masing,” papar Wabup.

Berbagai Inovasi juga yang dilakukan Pemda KSB dalam menggerakkan gotong royong di tengah masyarakat, termasuk menurunkan angka stunting. Di antaranya membangun sinergitas antar berbagai pihak seperti TNI dan Polri.

“Sementara para agen yang memang mereka diberikan tugas akan diberikan honor, dan mereka akan bekerja masuk ke dalam masyarakat untuk mendata apa saja sesuai dengan tugas yang mereka miliki dan sesuai dengan fungsi mereka dalam memberikan pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan di masyarakat,” imbuhnya.

Masa periodesasi kedua kepala daerah, lanjut Wabup, terdapat satu program unggulan yang dijalankan dalam upaya menurunkan angka stunting, yaitu membuat Posyandu Gotong Royong. Terdapat 228 posyandu yang digerakkan oleh 700 orang agen. Kemudian di masing-masing desa ada Posyandu Prima yang diintervensi melalui dana desa.

“Untuk menguatkan komitmen pemerintah dalam penanganan stunting, Pemda KSB menyiapkan dana 114 Milyar, melewati 10 % dari nilai APBD KSB. Jadi Pemerintah Daerah harus bisa membangun kerja Kolaboratif semua pihak, yang tak kalah pentingnya harus berani menggelontorkan anggaran jika kita mau menurunkan stunting,” tutup Wabup.

Seperti diketahui, kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan yaitu unsur organisasi profesi, Dinas DP2KB Se-Propinsi NTB, Pergururan tinggi, Tim Penanganan Stunting Daerah se-NTB, para Kepala Dinas Kesehatan Se-NTB dan Unsur Forkopimda Propinsi NTB.

Kegiatan yang berlangsung dalam konsep Dialog dan Diskusi tersebut, bertindak sebagai pemateri yaitu Kepala Dinkes Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS dengan mengambil tema Penyelarasan Program Peningkatan Akses Pelayanan KB dan Rencana Aksi Implementasi Intervensi Spesifik dan Sensitif dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *