Deapati Koasa Ling Anorawi Titip Tugas Besar Kepada Pengurus LATS

oleh -333 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DISKOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (15 November 2022)–Mudzakara Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kamutar Telu Kabupaten Sumbawa Barat berlangsung sukses. Kegiatan yang dilaksanakan di Hanipati Resto, Selasa (15/11/2022) dihadiri Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin IV.

Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat selaku Deapati Koasa Ling Anorawi dan Wakil Deapati Koasa Ling Anowari, Ketua DPRD selaku Dea Busing. Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 13.00 Wita dan dihadiri seluruh camat selaku Dea Demung, pengurus LATS Kamutar Telu Kabupaten Sumbawa Barat dan seluruh Pengurus LATS Kemutar Telu Kecamatan.

Ketua Panitia, Dr. TGH. Burhanuddin, QH melaporkan bahwa kegiatan tersebut merupakan amanah dari pelaksanaan Mudzakara Rea di Sumbawa Besar, untuk melahirkan pengurus baru LATS Kamutar Telu periode 2022-2027.

“Meskipun persiapannya singkat, tapi Alhamdulillah dalam pelaksanaan kegiatan ini dapat dihadiri oleh semua pengurus LATS kecamatan sehingga pelaksanaan kegiatan Mudzakara sudah dianggap quorom untuk dapat melahirkan keputusan-keputusan penting organisasi,” ungkap Ustad Bur.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM selaku Deapati Koasa Ling Anorawi dalam sambutannya mengucapkan terimakaksih atas kesediaan Sultan untuk berkunjung ke KSB. Kehadiran Sultan tentu memberi kesejukan khususnya dalam pelaksanaan Mudzakara LATS Kamutar Telu KSB.

Dalam kesempatan itu Bupati memaparkan bagaimana pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen mengangkat nilai-nilai budaya Samawa yaitu Siru dalam Peraturan Daerah. Itu sebagai wujud koimitmen Pemerintah Daerah untuk mengangkat nilai budaya.

Bupati juga mempertegas agar saatnya dilakukan penentuan atau penobatan siapa yang nantinya akan menjadi pengganti Sultan, tentunya berdasarkan prosedur yang berlaku. Di bagian lain Bupati menekankan bahwa tugas utama dari LATS adalah bagaimana adat istiadat ini dapat dibangun dan dopertahankan kemurniannya.

“Saat ini di tengah masyarakat sudah terjadi perubahan drastis terhadap tingkah laku anak terhadap orang tua. Itu salah satu contoh bahwa tugas LATS itu berat, bagaimana agar kondisi seperti ini harus bisa diperhatikan dan diberi solusi di dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam masyarakat suku Samawa juga dikenal dengan pegangan “Adat Barenti Ko Syara, Syara Barenti Ko Kitabullah”. Saya menaruh harapan besar terhadap perbaikan adat ini kepada LATS,” pinta Bupati.

Sultan Sumbawa dalam penyampaian “manik kamutar” mempertegas bagaimana posisi Suku Samawa dalam percaturan global. Yang penting harus diperhatikan oleh masyarakat Suku Sumbawa menurut Sultan adalah agar bagaimana dignity (harga diri) masyarakat Tau dan Tana Samawa harus dijaga, karena itu merupakan kekuatan vital masyarakat Sumbawa dimanapun berada. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *