Tak Diperhatikan Pemerintah, Warga Desa Prode 2 Swadaya Bangun Jembatan Limpas

oleh -564 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 Oktober 2022)–Warga Desa Prode 2, Kecamatan Plampang, bergotong royong membangun jembatan limpas di salah satu sungai setempat. Cara swadaya masyarakat ini dilakukan karena sudah lama aspirasi mereka agar pemerintah membangun jembatan itu, tidak direalisasikan. Merasa bosan dengan janji manis pemerintah, warga dengan kemampuan terbatasnya melakukan tindakan kongkrit.

Langkah warga ini cukup beralasan. Sebab selama ini sudah banyak warga yang menjadi korban terutama ketika musim penghujan dan banjir kerap makan korban. Tanpa jembatan itu cukup menyulitkan anak-anak mereka yang bersekolah di SMP Negeri 7 Plampang yang berlokasi di Pamunga, maupun pelajar SMA/MA dan SMK di ibukota Kecamatan Plampang. Selain itu warga juga kesulitan memasarkan hasil pertanian ke luar Desa Prode 2.

Tokoh Masyarakat Prode 2, Darfis yang juga Ketua Panitia Pembangunan Jembatan Limpas kepada samawarea.com Biro Sumbawa Timur, mengakui tidak adanya jembatan menjadi persoalan yang mendasar warganya. Pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan, namun tidak ada tanda-tanda perhatian pemerintah. Karena itu warga berembug dan sepakat untuk membangun jembatan limpas menggunakan dana swadaya.

“Kami mengumpul uang untuk pengadaan material dan alat berat. Kalau diharapkan perhatian pemerintah daerah, sama dengan pungguk merindukan bulan. Rasanya sangat mustahil, karena memang kami dianggap bukan bagian dari rakyatnya,” sesalnya.

Selain warga mengumpulkan dana, sambung Darfis, juga turun bergotong royong mulai dari mengumpulkan batu gunung maupun pengerjaan jembatan. Ia berharap dengan tuntasnya pembangunan jembatan ini anak-anak mereka dan warga tidak lagi kesulitan. Dengan jembatan ini juga, desanya akan terhubung dengan desa-desa lainnya, termasuk ibukota Kecamatan Plampang.

Kepala Desa Prode 2, Abdul Haris menyatakan bahwa pwmbangunan jembatan di Brang Nore ini sudah diusulkan sejak Tahun 2018 di Musrembang tingkat Kecamatan. Dalam Musrembang itu, pembangunan jembatan tersebut mendapat prioritas. Namun sampai saat ini belum terealisasi, sehingga masyarakat berinisiatif membangun jembatan limpas secara swadaya.

Ketua BPD Desa Prode 2, Jaini mengakui hal yang sama. Pembangunan jembatan itu murni swadaya masyarakat. Sebelum jembatan dibangun, dibentuk panitia, agar terorganisir dan tertib administrasi.

Sementara mantan Kades Prode 2, Saparuddin HI menyatakan bahwa tidak adanya jembatan penghubung itu membuat warga setempat belum merasa merdeka. Sejak dia menjadi kades, masalah ini sudah pernah diusulkan. Tapi hanya dijawab dengan janji-janji.

“Janji ini selalu terucap setiap tahun politik. Warga selalu terperdaya dengan janji manis karena memang jembatan itu sangat dibutuhkan,” akunya.

Sementara Camat Plampang, Syaihuddin, SP yang ikut hadir menyaksikan kegiatan masyarakat Desa Prode 2 menjelaskan, pada akhir 2021, telah menyampaikan laporan kerusakan yang ada di desa wilayah Kecamatan Plampang seperti jalan, dan jembatan terutama jembatan di Desa Prode 2 untuk dipasang gorong-gorong.

Jembatan ini merupakan penghubung antara Prode 2 dan Prode 1. Karena itu dapat ditangani secara tanggap darurat, namun belum direalisasikan.

“Pada Musrenbang kemarin hanya 3 yang diproritaskan terkait kerusakan bendungan. Sedangkan jembatan Prode 2 itu tidak dimasukan dalam Musrenbang. Jadi masyarakat berswadaya dan gotong royong untuk membangun jembatan itu dan kami sangat mendukungnya,” ucapnya.

Anggota DPRD Sumbawa dari PDI P, Hj. Jamila yang ikut bersama masyarakat membangun jembatan berjanji akan memperjuangkan persoalan itu kepada pemerintah. “Ini harus mendapat perhatian dan diprioritaskan,” tegasnya. (BUR/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *