Pawai Budaya Musakara Rea LATS, Sultan: Jaga Harmonisasi di Tana Samawa

oleh -658 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Oktober 2022)–Kemeriahan dan harmonisasi mewarnai semaraknya Musakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Tahun 2022. Hal ini terlihat dari Pawai Budaya yang diikuti para peserta Musakara dari sejumlah kecamatan, organisasi, maupun perwakilan etnis yang selama ini tinggal dan hidup berdampingan di Tana Samawa.

Pawai Budaya yang digelar, Jumat (28/10) sore ini dilepas YM Sultan Muhammad Kaharuddin IV, didampingi Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dan Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd. M.Pd., Ketua LATS Sumbawa, Ir. H, Iskandar M.Ec.Dev, Ketua Panitia Syukri Rahmat S.Ag, dan Muhammad Ikraman S.Pt. Peserta Pawai Budaya start dari Halaman Bala’ Kuning menuju Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar.

Pantauan samawarea.com, berada di barisan pertama Pawai Budaya ini adalah Purang Sapeda Loka (Pusaka)—perkumpulan para pecinta sepeda ontel, yang kemudian diikuti rombongan Kecamatan Badas, Kecamatan Moyo Hulu, Kecamatan Moyo Utara, Kecamatan Sumbawa, Lape dan Lopok, Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir, dan Kecamatan Unter Iwis yang masing-masing dipimpin para camat.

Ada juga etnis dari Rukun Warga Jawa, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Sunda, Bali, NTT, Madura, Tionghoa, dan Ikatan Keluarga Lombok Sumbawa (IKLS). Berikutnya Ikatan Tata Boga Tradisional Sumbawa, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Kabupaten Sumbawa, dan Perempuan Gemilang. Rombongan BEM Fakultas Hukum Universitas Samawa (UNSA) menjadi penutup barisan.

Dalam kesempatan itu, Sultan Sumbawa, berharap, Pawai Budaya ini menjadi ajang silaturrahim untuk semakin memperat persaudaraan di antara sesama. Darimanapun mereka berasal dan dari suku apapun mereka dilahirkan, ketika menetap dan berada di Sumbawa, mereka adalah orang Sumbawa. Dan semua orang Sumbawa adalah keluarga besar Kesultanan Sumbawa.

Mengenai budaya daerah lain di Sumbawa, menurut Sultan, itu bagian dari akulturasi budaya. Namun demikian harus tetap menjaga marwah, martabat dan harga diri Tau Samawa.

“Kita tetap berpegang teguh bersama dalam keberagaman dan menjaga harmonisasi. Kita hormati kebiasaan yang lain, tapi kita tetap menjaga marwah tau dan Tana Samawa,” pesan Sultan. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *