Tata Taman Transito Lempeh, Mahasiswa KKN UMMAT Rancang Grand Design

oleh -1331 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10 September 2022)–Kondisi Taman Transito Kelurahan Lempeh Kabupaten Sumbawa terlihat tidak tertata dengan baik. Hal inilah yang mendorong mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) untuk membuat grand design yang menjadi rujukan dari penataan taman tersebut agar indah, menjadi pusat UMKM dan wisata. Grand design ini telah berhasil dibuat dan diekspost, Jumat (9/9) kemarin.

Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Lempeh, kegiatan bertema ”Eksposes Design Revitalisasi Taman Transito Wujudkan Lempeh Bisa oleh Mahasiswa KKN Kelompok 42 Universitas Muhammadiyah Mataram” ini dihadiri Kabid Fisik Bappeda Kabupaten Sumbawa Wahyu Indra Jaya ST, Kadis LH diwakili Muhammad Saleh, M.IP, Camat Sumbawa, Drs. Iwan Sofian, Lurah Lempeh Deny Armansyah, S.STP., MM.Inov, beserta ketua RW dan RT se Kelurahan Lempeh.

Dosen Pembimbing Lapangan, Inka Nusamuda Pratama, MM.IP mengatakan, design ini harus berdasarkan filosofi dari Kelurahan Lempeh agar warisan karya mahasiswa KKN dapat dirasakan oleh generasi selanjutnya. “Ini merupakan prorgram prioritas dari kami,” imbuhnya.

Lurah Lempeh, Deny Armansyah, S.STP., MM.Inov menyampaikan, kegiatan tersebut bukan semata-mata atas dasar keinginan pemerintah kelurahan melainkan dirancang khusus oleh mahasiswa KKN UMMAT. Karenanya Ia menyatakan sangat mendukung dari segala sisi dan bangga dengan program mahasiswa KKN UMMAT.

Sementara Camat Sumbawa, Drs. Iwan Sofian menyebutkan, bahwa bantaran sungai bukan lagi halangan untuk dihindari melainkan harus dihadapi. Ia berharap bantaran sungai di dalam Kota Sumbawa dapat menjadi tempat wisata tepian sungai, sebagaimana yang diterapkan Jogja dan Mataram.

Kabid Fisik Bappeda Sumbawa, Wahyu Indra Jaya mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi hasil grand design mahasiswa KKM ini. “Designnya sangat bagus. Tetapi jika design ini tidak direalisasikan maka tidak berarti apa-apa, sama dengan dokumen tidur. Karena itu perlu adanya tidak lanjut,” ujarnya.

Mewakili Kadis KH Sumbawa, Muhammad Saleh, M.AP menyarankan agar dibuat peraturan sehingga taman yang telah dibuat sebagai implementasi grand design ini tidak dirusak baik oleh manusia maupun  hewan ternak. Ia juga berharap paparan dan penampilan design ini memiliki dampak positif.

“Model design Taman Transito ini menjadikan salah satu icon Lempeh maupun daya tarik warga lokal maupun non lokal untuk berkunjung menikmati suasana di sekitar taman dan bantaran sungai sebagai tempat wisata maupun food court yang modern, yang ke depannya berdampak positif bagi perekonomian warga setempat,” harapnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *