Teliti Mikrobiologi Kaldera Vulkanik Tambora, FITH UTS dan Peneliti STP Dapat Dana Hibah

oleh -525 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Agustus 2022)–Dua dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati (FITH) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. Ali Budhi Kusuma, S.Si., M.Sc, ALS bersama Adelia Elviantari, S.Biotek., M.Si, serta Gita Fenylestari, S.Biotek dan Leggina Rezzy Vangy, S.Biotek dari Sumbawa Technopark (STP) yang berkolaborasi dengan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. rer. nat. Andri Frediansyah, berhasil lolos dalam pengajuan proposal Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi (PEE) Batch 2 dari BRIN, akhir Juli 2022 lalu.

Proposal yang diajukan oleh tim yang terdiri dari lima peneliti ini berjudul “Bioprospeksi Aktinomisetes Termofilik yang Diisolasi dari Kaldera Vulkanik Gunung Tambora di Pulau Sumbawa sebagai Kandidat Sumber Penghasil Antibiotik Baru Asli Indonesia”. Dana yang diperoleh sebesar Rp 29.463.600.

PEE adalah salah satu dari tujuh skema pendanaan riset dan inovasi dari BRIN tahun 2022-2024. Belum lama ini, PEE secara langsung dibuka oleh Kepala BRIN, Tri Handoko.

Pada kegiatan PEE ini, tim peneliti akan melakukan pengambilan sampel tanah dari berbagai area di Kaldera vulkanik, Gunung Tambora, Pulau Sumbawa NTB untuk kepentingan eksplorasi keanekaragaman hayati khususnya mikroba aktinomisetes termofilik. Yaitu jenis bakteri yang dapat tumbuh di daerah yang bersuhu tinggi (45-70 °C). Ekspedisi ini merupakan kegiatan eksplorasi sumber daya hayati mikroba ekstremofilik pionir (yang pertama) di kawasan kaldera vulkanik Gunung Tambora.

Kegiatan PEE ini untuk mendapatkan 10 koleksi strain aktinomisetes termofilik yang berasal dari kawasan kaldera atau kawah vulkanik Gunung Tambora. Untuk penelitian selanjutnya, strain-strain tersebut dapat dianalisis lebih lanjut (dikarakterisasi) untuk kepentingan studi taksonomi dan biosistematika penemuan jenis atau spesies baru.

Selain itu mengungkap potensi strain-strain tersebut dalam menghasilkan senyawa antibiotik baru asli dari Indonesia. Ke depan, target yang diharapkan dari kegiatan ini dapat menguak keanekaragaman hayati microorganisme termofilik di Pulau Sumbawa untuk pengembangan bio-industri. Ekspedisi pengambilan sampel tanah di kaldera vulkanik Gunung Tambora ini direncanakan akan dilakukan pada akhir Agustus 2022.

Kaldera Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa, tepatnya di wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini merupakan salah satu kaldera vulkanik terbesar di dunia dengan diameter mencapai 7 Km yang terbentuk saat letusan maha-dahsyat yang mengubah iklim dunia di tahun 1815.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Ali Budhi Kusuma, S.Si., M.Sc, ALS, yang juga Dekan FITH menyebutkan, program yang dikerjakan ini sejalan dengan roadmap penelitian di Bioresource Centre STP dan FITH UTS yang berfokus pada bidang mikrobiologi lingkungan ekstrim Indonesia, untuk berbagai aplikasi di bidang bioteknologi terapan.

“Selain mendapatkan dana eksplorasi dari BRIN, kami juga telah mendapatkan dana stimulant riset melalui skema pendanaan riset Science Technology Research Grant (STRG) program ke-28 Tahun 2021 dari Indonesian Toray Science Foundation (ITSF) untuk melanjutkan pengerjaan penelitian setelah kegiatan ekspedisi-eksplorasi dari pihak BRIN,” ungkapnya.

Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D mengucapkan apresiasi kepada para dosen dan peneliti yang berhasil mendapatkan hibah. Ia berpesan agar semangat produktif seperti ini dapat ditularkan kepada para mahasiswa dan segenap sivitas UTS. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *