Ikut INVENTRA ITB, Mahasiswa UTS Ciptakan “Smart Farming berbasis IoT”

oleh -717 Dilihat

Ikuti Kompetisi INVENTRA ITB,

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17 Juli 2022)–Banyak cara untuk membentuk jiwa kompetisi di kalangan mahasiswa baik internal kampus maupun external. Semangat kompetisi ini sejak awal diterapkan para dosen kepada para Elang Muda–sebutan mahasiswa UTS.

Seperti kompetisi yang telah diikuti salah satu Tim Mahasiswa UTS, yaitu Program Invention Tradition atau disingkat INVENTRA. Program IVENTRA merupakan program inkubasi gagasan/inovasi, untuk membiasakan tradisi inovasi kepada para aktivis/kader Masjid Salman Institute Teknologi Bandung.

Peserta yang mengikuti Inventra adalah aktivis/kader salman yang telah mengikuti jenjang kaderisasi Masjid Salman ITB yaitu Latihan Mujtahid Dakwah (LMD). Program INVENTRA merupakan program kaderisasi lanjutan yang diselenggarakan oleh Bidang Mahasiswa, Kaderisasi dan Alumni (BMKA), Yayasan Pembina Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (YPM Salman ITB).

Adalah Ari Kurniawan (Teknik Elektro, UTS), Rahmad (Teknik Mesin, UTS), dan Nurul Syifa’ (STT Mandala Bandung) telah mengikuti Program INVENTRA tahun 2022 dengan durasi 4 bulan terhitung April-Juli 2022.

Selama 4 bulan tersebut Ari dan Tim yang dibimbing oleh Paris Ali Topan S.T.,M.T (Dosen Fakultas Rekayasa Sistem) telah mendapatkan program pembinaan, pendamping, pendanaan project dari Masjid Salman ITB untuk mengimplementasikan project yang akan digagas.

Di akhir project terdapat kegiatan exibition untuk memamerkan dan mempresentasikan karya yang telah diimplementasikan kepada para investor atau kolaborator yang tertarik.

Awalnya Ari mengetahui informasi terkait program-program Masjid Salman ITB dari kakak tingkatnya, setelah itu Ia kemudian Ia mencari tahu lebih dalam, kemudian Ia mengetahui adanya Program INVENTRA, kebetulan juga Ia sangat tertarik karena programnya fokus di program inovasi dan pengembangan skill mahasiswa.

Ari menjelaskan, sebelumnya pada Januari 2022 Ia telah mengikuti perjenjangan kaderisasi Masjid Salman ITB yaitu Latihan Mujtahid Dakwah (LMD), baru setelahnya mendaftar pada Program Inventra dengan mengajukan proposal project inovasi.

Project yang digagas Tim Ari dalam program INVENTRA yaitu teknologi “Smart Farming berbasis IoT”. Teknologi ini memungkinkan para farmer (petani) memonitoring dan mengontrol perkebunannya dari jarak jauh melalui Smartphone.

Ari mengakui gagasan ini muncul karena melihat beberapa green house yang dikelola Relawan Inspirasi yaitu “Rumah Zakat” dalam program Rumah Gizi yang perawatannya kurang begitu maksimal karena sulitnya memantau secara rutin.  “Karena itu, tim kami menggagas teknologi “Smart Farming berbasis IoT” agar dapat memantau dan mengontrol kondisi Rumah Gizi dari mana saja dan kapan saja,” akunya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa output yang ingin dihasilkan yaitu sebuah prototype produk teknologi Smart Farming berbasis IoT, yang mampu memonitoring kadar air tanah dan mengontrol penyiraman tanaman. Ini semua dapat dikontrol lewat Smartphone.

Ari dan Tim berharap dapat mengembangkan project inovasi ini menjadi produk teknologi skala industri, dengan membuat platform IoT sendiri dan sistem Smart Farming yang mampu di-custom sesuai dengan kebutuhan petani.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan apresiasi atas pencapaian para Elang Muda. Pihaknya selalu mendukung penuh para mahasiswa untuk mengembangkan diri lewat berbagai kesempatan sebagaimana kompetisi semacam ini. Ari dan Tim adalah contoh, bahwa mahasiswa adalah agen perubahan sesungguhnya untuk masyarakat.

Dari pemikiran kritis Ari yang ingin memberikan solusi bagi para petani, munculah teknologi tersebut. “Ini bisa menjadi contoh untuk mahasiswa lain, bahwa siapapun bisa mengambil peran untuk kemajuan masyarakat kita. Selamat Ari dan Tim, We Proud Of You,” pungkas Rektor. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *