SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Oktober 2021)
Paguyuban UMKM Taman Genang Genis (TGG) bersama anggota WAG Taman Genang Genis, sukses menyelenggarakan diskusi reguler ke-4, belum lama ini. Kegiatan bertema “Ngopi Bareng BUMN/BUMD Direktur Perum DAM Batu Lanteh dan Direktur Utama Perusda Sabalong Samawa Sebagai Pemasok PAD” ini menghadirkan beberapa pembicara. Yakni Direktur Perum DAM Batulanteh, Direktur Utama Perusda, perwakilan Bappeda Sumbawa, dan Anggota DPRD di antaranya Muhammad Yamin SE., M.Si, Ahmadul Kusasi SH, dan Adizul Sahabuddin SP., MP.
Selain itu diskusi tersebut diikuti sangat antusias oleh para peserta dari berbagai elemen mulai dari akademisi, praktisi, aktivis, hingga LSM dan lainnya. Meski berlangsung santai, nasmun diskusi ini melahirkan beberapa rekomendasi penting dan strategis. Hal ini diungkapkan Syamsuddin selaku Ketua Paguyuban UMKM Taman Genang Genis, Jumat (1/10).
Rekomendasi yang berisi empat point ini, ungkapnya, adalah pertama, Perusda siap melebarkan sayap dengan mengikhtiarkan usaha-usaha yang lebih makro dan kreatif. Kedua, PDAM segera membangun infrastruktur untuk sumber air baku, sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan sehingga menjadi pemasok PAD.
Selanjutnya, ketiga, DPRD segera menganggarkan dana senilai Rp 14,8 milyar untuk dua lembaga usaha tersebut. Masing-masing Rp 10 milyar untuk PDAM dan Rp 4,8 M untuk Perusda. Di samping mengusulkan Perda insiatif dalam rangka membantu masyarakat hulu agar wilayah sumber air tersebut bisa terjaga dari aktivitas yang merusak lingkungan. Keempat, eksekutif siap mendukung aspek kemitraan bagi dua lembaga tersebut ke lembaga-lembaga lain agar orientasinya dapat terwujud.
“Para peserta diskusi bersepakat secara bersama-sama, bahwa setiap rekomendasi akan terus kita kawal agar apa yang kita hajatkan adalah semata-mata untuk kepentingan bersama yakni kepentingan masyarakat tana ke Tau Samawa,” kata Syam Samawa—populer dia disapa.
Lebih jauh dikatakan Syam, diskusi yang digelar Paguyuban UMKM Taman Genang Genis akan terus berkesinambungan dan menjadi tradisi. Diskusi sehat tersebut akan mengangkat hal atau isu yang menghangat di masyarakat, sekaligus dapat mendorong lahirnya sebuah gerakan atau program yang dapat menjadi solusi. Seperti saat ini mengangkat tema yang tentang PAD dari dua BUMD milik daerah yang selama ini belum memberikan pemasukan dalam mendongkrak PAD sebagaimana Bank NTB Syariah dan Bank BPR Sumbawa dan Cabang KSB.
“Seperti kita ketahui pada situasi sulit di tengah pandemi kita bicara mengenai PAD karena biar bagaimana pun perlu juga didorong oleh civil society ikut terlibat secara langsung mengawal BUMD ini, karena di satu sisi PDAM menyangkut dengan pelayanan utama dan hak dasar masyarakat. Sebab yang didengar selama ini hanya keluhan pelanggan terhadap pelayanan PDAM. Demikian dengan Perusda yang terkesan jalan di tempat dan belum memberikan konstribusi dari sisi PAD. Paling tidak melalui diskusi ini masyarakat akan mengetahui persoalan sebenarnya, dan lewat kegiatan ini juga menghasilkan suatu solusi dan ide-ide baru bagi kemajuan kedua BUMD ini sebagai pemasok PAD,” pungkasnya. (SR)






