Datang ke Sumbawa, Kepala Perpustakaan Nasional Kukuhkan Bunda Literasi

oleh -342 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Oktober 2021)

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs. Muhammad Syarif Bando, MM tiba di Kabupaten Sumbawa, Selasa (5/10). Kedatangan Kepala Perpustakaan Nasional RI beserta rombongan di Bandara Sultan Kaharuddin III, disambut langsung Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dispussip, Kepala Diskominfotiksan serta Kabag Prokopim Setda Kabupaten Sumbawa.

Kunjungan Kepala Perpustakaan Nasional RI ke Kabupaten Sumbawa dalam rangka menghadiri kegiatan peningkatan indeks literasi masyarakat untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan berkarakter. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa tahun 2021-2024, penandatangan nota kesepakatan Perpustakaan Nasional RI dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Tak hanya itu Perpustakaan Nasional RI juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Universitas Samawa (UNSA) dan STKIP Paracendikia NW Sumbawa yang akan digelar pada Hari Rabu, 6 Oktober 2021 di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa baik secara offline maupun online.

Kepala Dispussip Sumbawa, H. Sahril S.Pd., M.Pd yang dicegat samawarea.com, berharap kedatangan Kepala Perpustakaan Nasional RI beserta rombongan, mampu mendistribusikan harapan bagi masyarakat Sumbawa untuk meningkatkan budaya baca dan pembangunan literasi masyarakat. Sebab diakui Haji Sahril—akrab pejabat enerjik ini, bahwa Indeks Literasi Masyarakat di Kabupaten Sumbawa berada pada kategori rendah yaitu hanya 5,177. Karenanya diperlukan adanya intervensi yang memadai dari pemerintah terutama Perpustakaan Nasional.

Untuk diketahui perpustakaan di Kabupaten Sumbawa mencapai 510, tersebar dengan beragam jenis mulai dari perpustakaan umum kabupaten, perpustakaan umum desa/kelurahan, taman bacaan, perpustakaan sekolah/madrasah dan perpustakaan pendidikan tinggi. Rata-rata koleksi bahan perpustakaannya mencapai 3.818 eksemplar.

Diakuinya, masih ada persoalan yang dihadapi daerah ini. Di antaranya sebaran perpustakaan tidak merata. Jumlah kunjungan potensial dibanding aktual ke perpustakaan masih di bawah standar nasional perpustakaan sebesar 2%. Di samping itu kekurangan tenaga perpustakaan (perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, perpustakaan PT), serta anggaran Dispusip untuk bidang urusan Perpustakaan masih rendah, sehingga ketersediaan koleksi perpustakaan juga rendah.

“Semoga dengan hadirnya Kepala Perpustakaan Nasional yang dikongkritkan dengan MoU, semua permasalahan ini dapat teratasi,” pintanya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *