Sejahterakan Petani, Bupati KSB Launching Program RPIK LKIK di Senayan

oleh -416 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (16 Agustus 2021)

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM melaunching kegiatan Riset Pengembangan Inovativ Kolaboratif Lahan Kering Iklim Kering (RPIK LKIK) di Desa Senayan Kecamatan Poto Tano, belum lama ini. Launching itu dilakukan di lahan seluas 100 hektar.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM menyampaikan apresiasi kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang telah memilih KSB dalam  melakukan kegiatan RPIK LKIK. Dalam penelitian ini melibatkan instansi internal Balitbangtan yaitu Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat), Balai Penelitian Tanah (Balittah), Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), serta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi NTB.

“Kami selaku pemerintah daerah ikut andil dalam kegiatan ini. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menjadi koordinator dalam program RPIK LKIK ini,” imbuhnya.

Untuk lokasi yang dipilih dalam kegiatan RPIK LKIK Tahun 2021 ini ungkap Bupati, adalah Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Karakteristik Lahan Kering Iklim Kering di Desa Senayan ini menyebabkan petani hanya bisa menanam sekali setahun karena terkendala pasokan air.

Diharapkan program RPIK LKIK ini dapat memberikan manfaat kepada petani, dari yang hanya satu kali tanam bisa menjadi dua bahkan tiga kali tanam karena pasokan air sudah tersedia di lahan mereka.

Balitklimat sesuai dengan tupoksinya sebagai balai penelitian terkait iklim dan air, dalam program kolaborasi ini mendapat tugas untuk menyusun tata kelola sumberdaya air dilahan seluas 100 hektare (ha). Kegiatan ini didahului dengan baseline survey potensi sumberdaya air di lokasi. Dilanjutkan dengan desain tata kelola air, jaringan dan teknik irigasi.

Hasil desain kemudian dikerjakan oleh Tim Hidrologi di lapangan. Beberapa pekerjaan di antaranya, panggalian saluran, pipanisasi, hingga pemasangan outlet disetiap lahan yang menjadi lokasi program RPIK LKIK.

Teknik irigasi springkler dipilih dalam kegiatan tersebut, karena dengan kondisi air yang terbatas seperti di Sumbawa Barat. Teknik ini menguntungkan karena lebih menghemat air dibandingkan irigasi permukaan. Keunggulan lain dari sistem irigasi springkler adalah selain digunakan untuk menyiram tanaman, juga sekaligus untuk pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Di samping itu sistem irigasi ini dapat menjaga kelembaban tanah dan mengontrol kondisi iklim sesuai pertumbuhan tanaman, termasuk pada lahan marginal yang memiliki kapasitas infitrasi atau kapasitas menyimpan air yang rendah. Teknik irigasi big gun sprinkler yang dipilih pada kegiatan ini mengintegrasikan antara big gun sprinkler dengan pompa bertekanan tinggi yang dihubungkan melalui jaringan distribusi irigasi, baik pipa maupun selang.

Big gun sprinkler dicirikan oleh kemampuan jangkauan penyiraman yang dapat mencapai beberapa ratus meter dengan kapasitas debit penyiraman lebih dari 1,5 l/s. Kemampuan jangkauan penyiraman yang luas ini diperoleh dari pengintegrasian pompa bertekanan tinggi.

Satu unit sistem irigasi big gun sprinkler terdiri atas sprinkler, tripod, selang gulung, pipa distribusi, kran, konektor, dan pompa. Sistem irigasi modern ini tidak memerlukan instalasi jaringan pipa yang rapat karena bersifat portable sehingga dapat dipindahkan pada lokasi lain yang akan diirigasi.

Lebih jauh dijelaskan Bupati, metode ini lebih murah dibandingkan petani harus menggunakan mesin sedot yang menggunakan bahanbakar minyak. Sebab metode tersebut menggunakan listrik kerjasama dengan PLN sehingga biayanya murah.

“Sekarang 100 hektar di Senayan, ada juga Food Estate di Talonang, nanti juga ada program lain untuk pemanfaatan lahan kering ribuan hektar di Desa Poto Tano. Kami pemerintah daerah akan selalu mendukung setiap program yang menguntungkan masyarakat Sumbawa Barat. Kami siap menginterpensi apa saja yang menjadi tupoksi kami di daerah untuk kemajuan petani,” pungkasnya. (HEN/SR/*)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *