KHASIAT TEH DAUN KERSEN,  MINUMAN HERBAL PENURUN KADAR GULA DARAH

oleh -1257 Dilihat

Ihlana Nairfana, S. TP., M. Si
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Teknologi Sumbawa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Agustus 2021)

Diabetes melitus (DM) atau yang lebih dikenal dengan penyakit kencing manis adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin karena pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Penyakit DM dapat dikontrol dengan insulin dan obat antidiabetes yang diberikan secara oral untuk menurunkan kadar gula darah.

Mahalnya obat sintetis, ketersediaannya yang terbatas dan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan khasiat obat yang berasal dari bahan alam menyebabkan meningkatnya pemanfaatan dan pengolahan berbagai jenis tanaman berkhasiat obat yang dapat menghambat maupun mengobati berbagai macam penyakit, termasuk DM.

Salah satu tanaman yang telah dimanfaatkan untuk pengobatan DM adalah ekstrak daun kersen (Muntingia calabura Linn.). Pohon kersen dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah sampai dataran medium dan tersebar di seluruh Indonesia dan dikenal dengan berbagai nama daerah yang berbeda. Di Sumbawa dan Bima dikenal dengan sebutan anggur, di Bali dan Lombok dikenal sebagai singgepur, sedangkan di Sulawesi disebut talok.

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan teh daun kersen yang berkualitas sehingga dapat menghasilkan teh daun kersen dengan kadar flavonoid yang tinggi.

Penelitian ini berkolaborasi dengan Prof. Dr. Ir. I Ketut Suter, M.S dan Prof. Dr. Ir. Bambang Admadi Harsojuwono, M.P dari Universitas Udayana. Diketahui bahwa daun kersen mengandung zat aktif flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki efek farmakologis antidiabetes sehingga dapat menurunkan kadar gula darah.

Untuk mendapatkan teh dengan kadar flavonoid yang tinggi, maka daun yang diambil adalah daun yang cenderung tua (sekitar daun ke-sepuluh dihitung dari pucuk setiap tangkai daun), dikeringkan dengan sinar matahari, dan diseduh menggunkaan air mendidih dengan perbandingan daun:air sebanyak 1:10, didiamkan selama 5 menit lalu siap diminum. Rata-rata total flavonoid pada teh daun kersen berkisar 7.75 mg/g ekstrak, dan nilai IC50 sebesar 54,82 ppm yang menandakan tingkat antioksidan kuat (Metode DPPH menggunakan UV-Vis Spektrofotometer).

Kemampuan teh daun kersen dalam menurunkan kadar gula darah telah diuji secara in-vivo menggunakan mencit galur BALB/c hiperglikemik. Mencit diberikan seduhan teh daun kersen selama 28 hari, dan dibandingkan penurunan kadar gula darahnya dengan mencit yang diberikan minum aquades (sebagai kontrol). Hasil yang diperoleh yaitu teh daun kersen mampu menurunkan kadar gula darah mencit dari 272.1 mg/dL mejadi 250,2 mg/dL atau sebesar 8.04%.

Teh daun kersen dianggap sebagai minuman fungsional yang berpotensi dapat menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes, meskipun kemampuannya harus diuji lebih lanjut terkait dosis dan lama penggunaan. Tentu saja kemampuan teh daun kersen tidak bisa langsung seketika menurunkan kadar gula darah layaknya obat penurun kadar gula darah. Diharapkan dengan mengkonsumsi teh daun kersen secara periodik mampu mencegah bahkan mengobati penyakit diabetes. (*)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *