SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Agustus 2021)
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2013—2018, H. Muh. Amin SH., M.Si, tutup usia, Jumat (6/8) dinihari tadi. Mantan Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2009—2013 dan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa selama dua periode yakni 1999—2004 dan 2004—2009 ini telah dikebumikan di TPU Gunung Setia, Kelurahan Brang Biji, Kabupaten Sumbawa.
Ucapan bela sungkawa terus mengalir mulai dari berbagai pihak mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat. Artinya banyak orang yang merasa kehilangan sosok panutan ini. Selain berjasa bagi pembangunan Tana Samawa dan NTB, sosok almarhum menjadi inspirasi bagi banyak pihak terutama para tokoh politik, terkait dengan perannya sebagai politisi dalam merekatkan berbagai kepentingan dan hajat hidup orang banyak.
Dalam pandangan Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq SH, bahwa Sosok H Muhammad Amin SH M.Si adalah tokoh yang sangat kenyang dengan dinamika politik, karena banyaknya pengalaman di dunia politik dan pemerintahan. Tidak salah, sepak terjang Almarhum patut digugu dan ditiru.
“Termasuk kami sebagai penerusnya menjadi pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, sedikit banyak telah menimba ilmu dan pengalaman dari beliau bagaimana membangun daerah, membina kemitraan antara berbagai stakeholder di pemerintahan, komunikasi pimpinan daerah, komunitas dan lingkungan usaha,” kata Rafiq—akrab politisi yang juga Ketua DPC PDIP Sumbawa di sela-sela proses pemakaman Almarhum.
Dalam bersikap, ungkap Rafiq, almarhum sangat ramah dan solutif atas berbagai masalah membuat siapapun di sekitarnya merasa nyaman. Meski demikian dunia tak selalu satu nada dan pandangan, tapi konsistensi di dalam memperjuangkan idealisme dan cita-citanya patut diteladani.
Untuk diketahui, Muh Amin meninggal dunia dalam usia 61 tahun. Almarhum meniti karier dari bawah hingga puncaknya sukses terpilih sebagai Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2013—2018. Sebelumnya anggota DPRD NTB dan sempat dua periode menjabat Ketua DPRD Sumbawa. Bahkan pernah cukup lama menjabat Ketua DPD Golkar Sumbawa, dan diboyong Partai Nasdem menjadi Ketua DPW NTB hingga akhir hayatnya.
Selama menjadi pejabat public, banyak yang telah dikaryakannya. Salah satu momentum terbaik adalah bersama Tuan Guru Bajang, Dr. Muhammad Zainul Majdi memimpin Provinsi NTB, membangun negeri Bumi Gora, dan Tana Intan Bulaeng.
“Sebagai guru politik, tentu banyak kader yang terlahir dari tangan dinginnya. Dan sekarang telah memegang posisi penting di daerah,” ungkap Rafiq.
Kepergiannya tentunya menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat NTB, Sumbawa tentunya kader partai politik yang telah membersamainya baik di Partai Golkar dan Partai Nasdem. “Selamat jalan Pak Amin, semoga Allah memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya,” ucap Rafiq. (SR)






