SUMBAWA BARAT, samawarea.com (23 Juli 2021)
Rencana Pembangunan Bandara Kiantar di Sumbawa Barat disambut baik oleh Dinas Ketenagakerjaan Sumbawa Barat, untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal. Belum lama ini, Disnaker KSB telah melakukan kunjungan ke Bandara Kulon Progo. Sebagaimana diketahui bahwa Kulon Progo adalah satu-satunya kabupaten yang menyelenggarakan pelatihan untuk kebutuhan Bandara.
Ditemui samawarea.com, Rabu (21/7/2021), Kadisnakertrans KSB melalui Kepala Seksi Pelatihan dan Produktifitas, Abdurahman SE mengatakan, Kabupaten Sumbawa Barat akan memiliki bandara di Kiantar Kecamatan Seteluk. Untuk mempersiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan Bandara, harus ada pelatihan tenaga kerja lokal terlebih dahulu. Sebagai pemerintah, pihaknya mengupayakan untuk mengisi tenaga kerja di bandara nantinya harus orang lokal.
“Harus kita siapkan sejak dini. Karena itu kami telah melakukan kunjungan ke Kulon Progo, yang kita tau Kulon Progo lah satu-satunya kabupaten yang melakukan pelatihan untuk kebutuhan Bandara di Indonesia,” katanya.
Hasil dari kunjungan tersebut, ungkapnya, kebutuhan bandara ada 5 yang paling mendasar. Pertama, ticketing dan reservation merupakan bagian dari tugas staf penerbangan yang menduduki divisi ticket sales. Tugas mereka ialah menampung reservasi penumpang lokal dan melakukan penjualan atau meneruskan permintaan pada bagian control point dalam melaksanakan permintaan interline reservation atas dasar ketentuan, prosedur dan persetujuan yang berlaku. Kedua, Staf Airline & Cargo
Staf Airlines, bertugas melayani passanger sebelum naik pesawat dan setelah tiba di bandara tujuan. Sedangkan Staf Cargo mempunyai tugas melayani pengiriman barang. Selain itu menangani lintas barang yang akan dikirim via pesawat. Ketiga, Aviation Security (AVSEC) adalah petugas keamanan yang bertugas menjaga dan menjamin keselamatan pengguna jasa penerbangan.
Selanjutnya, AVSEC (Aviation Security) yaitu menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, keteraturan dan efisiensi penerbangan di seluruh area penerbangan, termasuk juga awak pesawat udara, memberikan perlindungan terhadap awak pesawat udara, para penumpang, petugas di darat, masyarakat dan instansi yang ada di bandar udara dari tindakan melawan hukum.
Keempat, ground staff merupakan bagian dari ground handling bandara yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam melayani penumpang sebuah maskapai atau airline, mulai dari proses check in di-counter check in maskapai sampai penumpang di pesawat udara naik ke pesawat atau aircraft dan melayani proses penumpang.
Kelima, pramugara (untuk pria) dan pramugari (untuk wanita) adalah staf/karyawan perusahaan pengangkutan umum (baik udara, darat, dan laut) yang bertugas melayani penumpang. Tugas utama mereka adalah menjaga keselamatan dan melayani kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan. Kepramugaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan pekerjaan di pesawat udara, kereta api, atau kapal.
Dalam pelatihan yang dilakukan oleh Kabupaten Kulon Progo bekerjasama dengan Kementerian Kominfo, dinas hanya menyiapkan lokasi dan peserta, sedangkan anggarannya dari pusat.
“Sehingga setelah kunjungan kemarin, kita intens melakukan komunikasi ke pusat dalam hal ini Kementerian Kominfo, namun karena kondisi Covid, semua harus tertunda dan disesuaikan, namun untuk saat ini kita sudah memiliki gambaran tentang kebutuhan akan bandara di Kiantar,” ujarnya.
Ditanya mengenai progress Bandara Kiantar, Abdurrahman mengaku belum mengetahuinya. Hanya yang diketahuinya akan ada pembangunan Bandara. “Saya bertugas siapkan tenaga kerja saja,” tandasnya. (HEN/SR/*)






