SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5/6/2021)
Ratusan siswa SMP/SMA/MA di Dusun Pamunga, Desa Usar, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, memilik belajar daring di tengah sawah. Ini dilakukan lantaran di daerah mereka, hanya ada satu titik yang dapat mengakses internet. Kondisi ini sudah berlangsung sejak pandemi covid-19.
Untuk sampai di lokasi yang dituju, para siswa harus berjalan kaki menyusuri pematang sawah, dan sebagian memilih berkendara. Di tengah sawah, terdapat dua pondok bagi para pelajar mengakses internet. Mulai pagi hingga sore, mereka belajar dan mengerjakan tugas dari sekolah secara daring. Tidak hanya siswa, di tempat ini juga menjadi sarana belajar daring untuk perguruan tinggi.
Suasananya yang sejuk, dan terlindung dari sinar matahari, membuat para siswa betah belajar daring, meski terkadang jaringan internet lelet.
Posisi Pamunga yang dikelilingi perbukitan membuat warganya kesulitan mengakses internet, meksi jarak ke kota kecamatan puluhan kilometer. Mereka berharap, kondisi ini segera berlalu sehingga mereka dapat kembali melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.
Tokoh Masyarakat Pamunga, Saimin A. Majid mengatakan, sebagian besar orang tua berusaha membeli laptop untuk anaknya sejak diberlakukan belajar jarak jauh. Rupanya laptop tidak cukup karena anak-anak mereka membutuhkan akses internet.
Untuk internet, pihak kesulitan meski mengakses provider, XL maupun Telkomsel. “Kami harap pihak XL dan Telkomsel dapat membantu kami agar di tempat kami mudah berinternet dengan membangun tower jaringan di sekitar Pamunga, mengingat berinternet ini sudah menjadi kebutuhan,” pinta Saimin. (SR)






