Dosen UTS Juara Nasional di Ajang Tempe Festival 2021

oleh -310 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Juni 2021)

Dosen Fakultas Teknologi Hasil Pertanian (Fateta) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Chairul Anam Afgani, S.TP., MP berhasil meraih juara satu dalam acara Agrotechnovision dan Tempe Festival 2021 yang digelar Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, 23-24 Juni secara online dan offline.

Kepala BPTP Balitbangtan Jawa Timur, Dr. Ir. Catur Hermanto, MP, menyampaikan bahwa kegiatan Agrotecnovision dan Tempe Festival ini dilaksanakan secara luring dan diikuti secara daring di 9 lokasi Demfarm BPTP Jawa Timur.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bimbingan teknis, pameran, serta lomba dengan kategori pembuatan tempe berbahan baku non kedelai atau bahan baku kedelai yang dikurangi, serta kategori inovasi olahan tempe.

Acara ini turut dihadiri Kepala Satuan Kerja Kementerian Pertanian di Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian kabupaten dan kota di Jawa Timur, Kepala UPTD Malang Raya, pimpinan perguruan tinggi Malang Raya, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Karangploso, serta undangan lainnya.

“Awalnya kita kirim hasil karya dalam bentuk video pada Bulan April. 21 Juni kemarin, panitia menghubungi saya, saya diminta ke Malang untuk presentasi karena lolos menjadi finalis 5 besar dari 75 peserta se-Indonesia. Alhamdulillah kita dapat juara 1,” terang Chairul.

Lebih jauh Chairul menjelaskan bahwa inovasi pembuatan tempe menggunakan bahan baku kacang-kacangan adalah solusi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah meningkatnya harga kedelai sekarang ini.

“Motivasinya ingin bantu pelaku usaha. Bahan baku kacang itu saya dapat dari kebun sayur ibu saya di kampung. Saya lalu berpikir ini solusi agar tetap bisa makan tempe organik apalagi sekarang kebutuhan akan produk tempe sangat digemari masyarakat. Hal itu karena kandungan protein dan antioksidan yang tinggi,” ujarnya.

Kedepan, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Chairul akan memberikan pelatihan kepada pelaku usaha tempe agar bisa memproduksi tempe organik yang sehat. Ada banyak ide dan inovasi yang ingin dilakukan untuk kemajuan SDM Kabupaten Sumbawa. Tentunya tidak terlepas dari dukungan pihak universitas, para dosen dan mahasiswa untuk bersama terus berinovasi.

Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan selamat dan apresiasi atas prestasi yang telah diraih. “Selamat kepada Pak Chairul, turut senang dan bangga atas prestasi yang diraih ini. Inovasi-inovasi seperti ini tentu akan kami dukung penuh untuk dikembangkan dan diseriusi. UTS memiliki BUMK yaitu PT. Olat Maras Teknologi yang tentunya bisa menghilirisasi karya dari Pak Chairul dan kawan-kawan. Semoga bisa menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan pangan Indonesia,” tutup Rektor UTS. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *