Santap Hajatan Cuci Perut, Puluhan Warga Pamunga Keracunan

oleh -350 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28/5/2021)

Puluhan warga di Lingkungan Olat Rora, Dusun Pamunga, Desa Usar, Kecamatan Plampang, keracunan. Mereka mual, muntah dan lemas setelah mengonsumsi makanan pada Acara Selamatan Cuci Perut di kediaman Jamaluddin, Jumat (28/5).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Wartawan Samawarea Biro Sumbawa Timur, sebelumnya puluhan warga ini menyantap hidangan lontong ayam campuran pepaya dan mihun.

Fatma selaku pihak yang berhajat saat ditemui di Puskesmas Plampang menuturkan, sebelumnya di rumahnya menggelar hajatan cuci perut menantunya, Ida Fitriani. Kerabat, tetangg dan warga sekitar diundang untuk menghadiri acara yang dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wita.

Sebagai lauk pelengkap hidangan lontong, Ia membeli ikan ayam di Kecamatan Empang sebanyak 10 bungkus. Setelah menyantap hidangan itu, Fatma mengaku terkejut mengetahui banyak tamu undangan yang mual, muntah dan lemas, termasuk dialami oleh suami dan menantunya yang terpaksa dilarikan ke Puskesmas Plampang.

Kasus keracunan makanan ini membuat petugas puskesmas setempat kalang kabut, mengingat pasien terus berdatangan. Seketika Ruang Rawat Inap dan UGD, penuh bahkan terpaksa sebagian pasien keracunan itu terpaksa dirawat di lantai.

Atas kejadian itu Camat Plampang Saihuddin, S.Sos, dan Kades Usar menemui Plt UPT dan KTU Puskesmas Plampang dan pihak kabupaten untuk berkoordinasi mengenai pembiayaan penanganan medis terhadap para korban. Hasilnya 37 pasien dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah mengingat kejadian massal.

Dari sejumlah pasien ini, 8 orang terdiri dari 5 dewasa dan 3 anak-anak harus dirawat inap. Selebihnya sudah dipulangkan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihak Puskesmas telah mengamankan sampel makanan lontong ayam yang diduga penyebab keracunan massal.

Plt Kapolsek Plampang, IPTU Nakmin yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kasus keracunan massal ini. Sebanyak 37 warga menjadi korbannya. Kasus ini masih dalam penyelidikan dengan mengamankan barang bukti sampel makanan.

Mantan Kades Usar, A Kadir salah satu korban mengaku menyantap makanan itu usai bersarakal dan doa. Setelah bersantap dan hendak sholat, tiba-tiba perutnya melilit sakit. “Saya langsung keluar dan muntah di depan pintu masjid,” akunya. (BUR/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *