SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6/5/2021)
Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK), Selasa (4/5) kemarin, kembali mengadakan FGD Pembahasan dan Perumusan Indokator Kinerja (IKU-IKK) untuk Input RPJMD tahun 2021-2025. Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka dan virtual selama 3 hari ini dimulai pada 4 Mei hingga 6 Mei.
FGD ini diikuti Direktur Perencana Evaluasi Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri, Kepala Bappeda beserta jajarannya, yang merupakan leading sektor perencana awal Indikator Kinerja (IKU-IKK) untuk Input RPJMD tahun 2021-2025, serta Kepala OPD se-Kabupaten Sumbawa.
Dalam pengantarnya, Anja Kusuma dari KOMPAK, menyampaikan beberapa hal yang menjadi latar belakang terlaksananya kegiatan ini. Adalah UU No. 9 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa salah satu tugas pertama pemerintahan daerah yang baru, sesuai dengan pasal 65, yaitu menyusun dan mengajukan Rancangan Perda tentang RPJPD dan RPJMD untuk dibahas bersama DPRD serta menyusun dan menetapkan RKPD. Karenanya, KOMPAK sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Sumbawa ingin fokus pada perbaikan tata kelola bersama Bappeda.
Disampaikan Anja bahwa dokumen RPJMD merupakan salah satu dokumen kunci yang akan menjadi rujukan pelaksanaan pembangunan di daerah selama lima tahun mendatang. Berhasil atau tidaknya kepala daerah, salah satunya dinilai dari seberapa besar pencapaian visi misi di dalam RPJMD. Untuk mengukur RPJMD itu tercapai maka diperlukan IKU-IKK dan indicator lainnya.
Sesuai dengan visi Kabupaten Sumbawa adalah “Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban” terdengar abstrak. Untuk menilai visi ini bisa dilihat seberapa besar kebehasilannya. Untuk itu perlu disusun program, karena kegiatan yang jelas dilihat dari indicator kinerja.
Mengingat KOMPAK akan berakhir pada Desember 2021, diharapkan kegiatan-kegiatan yang telah menunjukkah hasil yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Sumbawa, Ir. H Junaidi M.Si, menyampaikan terimakasih kepada KOMPAK yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Ia berharap melalui kegiatan itu dokumen yang disusun hari ini agar dikawal bersama untuk mendapatkan informasi yang memudahkan dalam memahami hal yang berkaitan dengan indicator Kinerja, baik IKU maupun IKK.
“Saya berharap kita semua bisa fokus mengikuti kegiatan ini, sehingga menjadi masukan yang sangat strategis kepada tim yang akan menyusun RPJM,” pintanya.
Sementara Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah mengpresiasi KOMPAK yang terus mendukung kegiatan-kegiatan di Kabupaten Sumbawa. Untuk Kegiatan yang dilaksanakan hari ini, Ia mengajak secara bersama-sama menyusun indicator kinerja yang betul-betul mendukung setiap program yang dapat dijadikan pedoman dalam menyusun RPJM.
Direktur Perencana Evaluasi Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri diwakili Seif Eljihadi, menyampaikan materi “Cascading Indikator Kinerja sesuai dengan Permedagri 90 Tahun 2019”.
Dalam paparannya menyebutkan, setelah kepala daerah terpilih dilantik dokumen RPJMD harus ditetapkan paling lambat setelah 6 bulan pasca pelantikan. Inti dalam penyusunan dokumen RPJMD ini bagaimana pemerintah daerah depan melaksanakan program kegiatan pembanguan daerah dalam 5 tahun ke depan, yang tujuannya pencapaian visi dan misi kepala daerah terpilih.
Ditegaskan, penyusunan kerangka umum perencanaan yaitu mengetahui perbedaan tentang kerja dan kinerja. Kerja adalah aktifitas yang dilakukan untuk mencapai keluaran atau hasil pembangunan, berbentuk program, kegiatan dan sub kegiatan (rumusan terkunci dalam nomenklatur Permedagri 90 dan Pemutakhirannya).
Sedangkan kinerja, keluaran atau hasil yang didapat dari serangkaian aktifitas pembangunan untuk mencapai tujuan pembangunan (rumusan Kinerja sesuai kebutuhan Pembangunan daerah). “Kami harap terlebih dahulu menyusun kinerjanya agar tercapai outcome dan outputnya,” imbuhnya.
Disampaikan juga, dalam menyusun indikator kinerja utama dan indikator kinerja kunci, harus bisa dibedakan hasil berupa output dan outcome. Output digunakan dalam kegiatan dan sub kegiatan sedangkan outcome digunakan untuk program. (SR/**)






