SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3/4/2021)
Kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk, kemarin, diklarifikasi oleh pihak kepolisian Polres Sumbawa. Pasalnya release yang terlanjur dipublis Bagian Humas Polres, terdapat kekeliruan sehingga perlu diluruskan.
Sebelumnya dalam rilis yang disampaikan polisi dijelaskan, bahwa korbannya adalah Suprianto alias Ge dan terduga adalah Izmet (IZ) Kadus Lunyuk Ode B. Berawal ketika korban mendatangi rumah terduga bermaksud untuk menjelaskan bahwa ayam milik terduga mati karena gigitan anjing.
Namun belum selesai menjelaskan, terduga langsung memukul korban tepat di bagian mata kanan. Pukulan terduga menyebabkan mata kanan korban lebam dan membengkak. Korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Lunyuk untuk ditindaklanjuti.
Menindaklanjuti laporan korban, Unit Reskrim Polsek Lunyuk mendatangi kediaman terduga. Tanpa ada perlawanan, terduga ditangkap dan selanjutnya dibawa ke Polsek guna proses penyidikan lebih lanjut.
Ternyata korbannya bukan Suprianto melainkan Ismet. Justrunya terduganya adalah Suprianto. Hal ini ditegaskan Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Akmal Novian Reza SIK, saat dikonfirmasi samawarea.com, Sabtu (3/4).
Menurut Kasat Akmal—sapaan perwira ramah ini, sore itu terduga Suprianto mendatangi Kadus Lunyuk Ode A mencari keberadaan Kadus Lunyuk Ode B karena dituduh menembak ayam milik terduga. Karena tidak ketemu, terduga mencari korban ke rumah orang tuanya. Juga tidak ditemukan. Terduga pun pulang.
Sementara Kadus Lunyuk Ode A menginformasikan kepada korban bahwa ada terduga yang datang mencarinya. Mendapat informasi ini, korban mendatangi kediaman terduga dengan tujuan untuk menjelaskan persoalannya.
Saat tiba di rumah terduga dan belum sempat memberikan penjelasan, terduga langsung melayangkan pukulan tepat di mata kanan korban. Akibatnya lebam dan membengkak.
Korban langsung ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis. Saat itu korban didampingi Sekdes Lunyuk Ode dan Kadus Lunyuk Ode A. “Setelah mendapat laporan, kami langsung menangkap terduga, dan terduga yang diamankan ini adalah Suprianto,” kata Akmal.
Sementara Camat Lunyuk, Drs Iwan Sofyan mengatakan, kasus rabies di Lunyuk cukup mengkhawatirkan menyusul kasus gigitan anjing terhadap salah satu warga Lunyuk Ode.
Atas kejadian ini, Ia meminta kepala desa termasuk kepala dusun bersama seluruh Tim Eliminasi Anjing agar melakukan pencarian sekaligus mengeksekusi anjing tersebut. Dan meminta kepada dokter hewan untuk melakukan pengambilan sampel otak Anjing dimaksud.
Mengenai kasus yang menimpa Kadus Lunyuk Ode B, berawal dari ayam yang mati. Muncul kecurigaan terduga bahwa ayamnya mati karena tembakan saat melakukan upaya eliminasi anjing rabies.
Setelah terjadinya pemukulan terhadap Kadus Lunyuk Ode B, Kadus Lunyuk Ode A berinisiatif mengambil ayam mati tersebut untuk diperiksa oleh dokter hewan guna mengetahui penyebab kematiannya.
Dan menurut informasi Kadus Lunyuk Ode A bahwa ayam tersebut terlebih dahulu diserang oleh anjing gila. Karena itu anjing yang menggigit ayam ditembak oleh Kadus Lunyuk Ode B. Hasil pemeriksaan dokter juga memastikan jika ayam tersebut mati bukan terkena peluru. Dari lukanya akibat gigitan. (SR)






