DOMPU, samawarea.com (2/2/2021)
Maemunah (72) warga Dusun Nggaro ni’u, Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa harus dilarikan ke Rumah Sakit Pratama (RSP) Manggelewa guna mendapatkan penanganan medis. Nenek tersebut tak sadarkan diri setelah terkena bogem saat melerai anaknya berkelahi. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (31/1/2021) malam pukul 19.15 Wita.
Diceritakan Kapolres Dompu melalui Paur Subbag Humas, AIPTU Hujaifah, bermula ketika MW (33) baru pulang dari ladang jagung. Baru saja tiba di rumah, ZT—anaknya yang berusia 7 tahun mengadu bahwa dia dicaci maki oleh bibinya, Afryani (21). Tak terima anaknya dimaki, MW memanggil Afriyani yang merupakan adik kandungnya untuk menanyakan prihal cacian itu. Keduanya cekcok. MW yang emosi memukul bahu Afriyani menggunakan sebatang kayu. Maemunah yang menyaksikan insiden itu tak tinggal diam dan berusaha melerai serta menggigit tangan kiri MW. Atas gigitan itu, MW bereaksi menyikut wajah Maemunah. Akibatnya korban jatuh tersungkur hingga pingsan. Selain itu Maemunah mengalami bengkak dan luka lecet pada dahi dan hidung serta ibu jari kaki kanan.
Anggota Polsek Manggelewa yang mendapat laporan tiba di TKP langsung melarikan kedua korban ke rumah sakit. Sedangkan MW menyerahkan diri ke Mapolsek Manggelewa dan saat ini tengah menjalani proses hukum. (SR)







