LOMBOK BARAT, samawarea.com (22/1/2021)
Salah seorang penumpang kapal penyeberangan Lembar—Padangbai, tiba-tiba melompat dan menceburkan diri ke laut saat dalam perjalanan, Kamis (21/1/2021). Beruntung, penumpang yang belakangan diketahui berinisial SA (31) asal Dusun Sinar, Desa Pengembur, Kec. Pujut, Lombok Tengah ini diselamatkan pemancing. Korban nyaris tewas setelah kelelahan mengapung di laut.
Kapolsek Sekotong Polres Lombok Barat, IPTU I Kadek Sumerta SH mengatakan, korban pertamakali ditemukan oleh Safi’i (35) warga Dusun Batu kijuk, Desa Sekotong Barat, Kec. Sekotong, saat mancing di laut. Ia terkejut mendengar suara minta tolong sambil melambai-lambaikan tangannya. “Orang mengapung itu langsung diselamatkan oleh pemancing tersebut, bersama pemancing lainnya di sekitar TKP,” ungkapnya.
Kapolsek menuturkan, sekitar pukul 17.00 wita, Safi’i bersama enam rekannya memancing di jalur kapal Fery Lembar menuju Padang Bai. “Tiba-tiba mendengar suara korban yang meminta tolong, sehingga bersama rekan-rekannya mencoba mencari sumber suara,” jelasnya.
Beberapa saat, para pemancing ini melihat tangan yang melambai-lambai di tengah laut, diperkirakan berjarak kurang lebih satu mil laut. Safi’i bersama rekan-rekannya bergegas menolong korban yang sudah kelelahan. Setelah dievakuasi ke darat, Safi’i langsung menghubungi Polsek Sekotong yang datang membawa korban ke Puskesmas Sekotong untuk mengecek kondisinya. Selanjutnya, anggota menghubungi keluarga korban.Dari pengakuan keluarga diketahui bahwa SA berstatus duda, sudah bercerai dua tahun dan memiliki satu anak laki-laki. Sementara SA kepada polisi mengaku mencoba bunuh diri dengan menceburkan diri ke laut dari kapal fery yang ditumpanginya. Sebelumnya korban berangkat dari Pelabuhan Lembar menuju Padang Bai. Sekitar 10 menit perjalanan di tengah laut, korban menceburkan diri ke laut. Diduga korban nekat bunuh diri ini karena depresi akibat permasalahan keluarga yang dialaminya. (SR)






