KOTA BIMA, samawarea.com (29/1/2021)
Kematian HR alias Tomy yang dihakimi massa karena diduga melakukan aksi pencurian di Kelurahan Nae Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, Selasa (26/1/2021) lalu, berbuntut panjang. Sekelompok orang diduga dari Lingkungan Sabali Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur, melakukan penyerangan ke Kelurahan Nae, Kamis (28/1). “Pelaku penyerangan ini kurang lebih 15 orang yang dipimpin oleh pemuda berambut gondrong,” kata Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono S IK dalam keterangan persnya, Kamis (28/1) sore.
Pasca penyerangan itu, warga Kampo Na’e berhasil mengamankan sedikitnya tiga unit sepeda motor. Motor itu ditemukan dari hasil penyisiran warga Nae saat detik-detik penyerangan. Kini tiga unit sepeda motor tersebut ungkap Kapolres sudah diamankan di Mako Polres Bima Kota. “Ada satu unit sepeda motor N-Max warna hitam list putih biru tanpa nomor polisi, satu unit Honda Supra warna abu-abu tanpa nomor polisi dan satu unit Honda Vario 150 warna silver bernopol EA 5131 SM,” sebut AKBP Haryo Tejo.
Sementara untuk situasi terkini di Kelurahan Nae ungkapnya, terpantau aman dan Kondusif. Personil Polsek Rasanae Barat dan Personil Polres Bima Kota pun masih siaga di kampung tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan. Selain itu personil Sat Intelkam dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kumbe menemui keluarga korban pembunuhan meminta untuk menahan diri serta tidak melakukan tindakan penyerangan. “Kita mengimbau dan menyarankan agar menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk bekerja mengungkapkan pelaku pembunuhan,” tukasnya, seraya mengatakan kasus pembunuhan tersebut telah ditangani Sat Reskrim Polres Bima Kota.
Seperti diberitakan, HR tewas diduga dihakimi massa. Sebelum kejadian, HR hendak masuk ke rumah Ridwan Stefan di RT 07/RW 02 Kelurahan Nae, pukul 03.00 dinihari. Namun keberadaan HR di lorong rumah kepergok pemilik rumah. HR sempat menyerang korban. Ridwan pun melawan sehingga HR kabur. Spontan Ridwan berteriak maling membuat warga keluar rumah langsung mengejar terduga yang loncat ke arah sungai.
Upaya HR melarikan diri sia-sia karena warga sudah mengepung dan akhirnya meringkusnya. Seperti dikomando, warga menghajar HR. Beberapa sabetan senjata tajam menghujam kakinya, membuat HR ambruk. Dalam kondisi bersimbah darah dan sekarat, HR dilarikan warga ke RSUD Kota Bima untuk ditangani secara medis. Tapi saat tiba di rumah sakit, HR dinyatakan meninggal dunia. Polisi yang melakukan olah TKP, menemukan sepeda motor HR beserta tas yang digantung di stang motor. Saat diperiksa, tas tersebut berisikan celurit, panah lengkap dengan busur panah, parfum, tang, HP, vape dan liquit. (SR)






