SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29/5/2020)
Pelayanan RSUD Sumbawa sedikit terganggu menyusul adanya tiga tenaga medis setempat positif Covid. Pasalnya tenaga medis yang terpapar covid ini kontak dengan puluhan tenaga medis lainnya. Meski sedikit terganggu, namun pelayanan medis di rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumbawa ini tetap berjalan.
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri yang ditemui Jumat (29/5/2020) siang tadi, mengakui kondisi tersebut. Dengan adanya tiga tenaga medis positif covid, berdampak terhadap puluhan tenaga medis lainnya. Sebab 45 orang perawat yang diduga kontak erat dengan tiga tenaga medis Covid ini terpaksa menjalani isolasi mandiri, sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel swab-nya.
Dengan bertambahnya 45 orang tenaga medis ini, sambung dr. Dede, jumlah tenaga medis di RSUD Sumbawa yang diisolasi mencapai 100 orang lebih. “Pasti terganggu, tapi pelayanan tetap berjalan karena kekosongan petugas di salah satu ruangan diisi dengan petugas medis lainnya yang tidak menjalani isolasi mandiri. Meskipun petugas pengganti ini memiliki beban kerja yang cukup berat,” aku dr. Dede.
Untuk di bagian operasi lanjut dr. Dede, semua petugasnya diisolasi. Yang bisa terlayani adalah operasi Cesar bagi persalinan dan orthopedic (tulang) untuk korban kecelakaan lalulintas. Sebab dokter spesialisnya tidak terpapar dan siap memberikan pelayanan. Ia berharap hasil swab seratusan petugas medis yang menjalani isolasi mandiri saat ini, negatif sehingga dapat melaksanakan tugas seperti biasa. “Kami tidak ingin pelayanan masyarakat terganggu. Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tentunya dengan memperhatikan penerapan protocol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (JEN/SR)






