Tahun 2020, KSB Kembali Menerima Bantuan 3.309 Septictank

oleh -364 Dilihat
Burhanuddin

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (12/5/2020)

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum sangat serius membantu Kabupaten Sumbawa Barat dalam meningkatkan kualitas jamban dengan kembali memberikan bantuan Septic Tank pada Tahun 2020 ini. Bantuan kali ini adalah yang keempat sejak Tahun 2017 lalu. Pada tahun 2020, septic tank yang diberikan sebanyak 3.309 unit.

Ditemui samawarea.com belum lama ini, Kepala Bidang Cipta Karya PUPR KSB, Burhanuddin Harahap ST mengakui kembali diberikannya bantuan septic tank dari pusat untuk peningkatan kualitas jamban sebanyak 3.309. Bantuan yang keempat kalinya ini sebagai apresiasi pusat kepada Sumbawa Barat karena setiap tahunnya bisa menuntaskan pemasangan septic tank 100 persen, dibandingkan daerah lainnya.

Progres saat ini, ungkap Burhanuddin, sudah dibentuk Tim Fasilitator Lapangan (TPL) untuk mengumpulkan data penerima manfaat. “Tim ini sudah jalan, jumlah data yang kita kumpulkan 3.309 plus 5 persen dari jumlah bantuan, karena nanti akan ada verifikasi lapangan kembali oleh Tim Pengawas dari pusat mana yang layak mendapat bantuan, hingga angka 3.309. Apabila data yang kita masukkan itu layak menerima, maka sisa data yang tidak terakomodir tahun ini akan dimasukan untuk program tahun depan,” jelasnya.

Disebutkan Burhanuddin, persyaratan penerima sama seperti tahun lalu. Yaitu bersedia menerima bantuan, memiliki lokasi tempat pemasangan septic tank dan belum memiliki septic tank. Bantuan ini tidak dibatasi oleh status sosial miskin atau kaya, karena di KSB semua masyarakat memiliki jamban melalui bantuan Pemda setempat dalam program “100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat”.

Namun program pada tahun ini harus berhenti sementara karena dampak Corona. Dan setiap daerah diwajibkan fokus menangani Corona. Sementara daerah diminta menalangi sekitar Rp 10 milyar untuk menangani semua semua septic tank. Ketika semua sudah terpasang dan pengawasan dari pusat sudah turun untuk menilai, baru dapat diklaim dan dibayarkan kembali oleh pemerintah pusat. “Karena belum ada dana talangan sehingga proyek ini terpaksa berhenti sementara,” akunya.

Lebih jauh dijelaskannya, dalam pelaksanaannya nanti masih menggunakan pola lama yaitu gotong royong Agen PDPGR. Pasalnya selama tiga tahun berturut-turut langkah ini terbukti berhasil tuntaskan 100 persen. Mengingat nilai gotong royong di tengah masyarakat KSB masih sangat kuat.

Menurut Burhan, Septictank merupakan tempat penampungan limbah domestic. Tempat penampungan limbah sangatlah penting bagi setiap rumah maupun gedung lainnya. Pada umumnya orang tidak menghiraukan pentingnya septictank. Dengan ketidakpedulian itu mengakibatkan pencemaran lingkungan sekitar. Dan lingkungan yang sudah tercemar menjadi tidak sehat lagi dan terasa kurang nyaman. Pencemaran lingkungan khususnya debit air itu lantaran septictank yang kurang baik. Biasanya ini septictank konvensional atau beton yang tidak bisa mengolah limbah dengan baik. “WC beton yang sering dibuat masyarakat hanya mengendapkan limbah tinja ke dalam tanah. Dan resapan limbah yang pemicunya septictank beton akan mencemari debit air dalam tanah dan merusak ekosistem yang terdapat di sekitarnya. Limbah tinja yang meresap mengandung bakteri berbahaya seperti bakteri E-coli dan zat berbahaya lainnya. Bakteri E-coli ialah bakteri yang menyebabkan penyakit Diare yang sering terjadi di sekitar kita,” pungkasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *