SUMBAWA BARAT, samawarea.com (12/5/2020)
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menyalurkan bantuan Bariri Lansia dan Disabilitas untuk tahun 2019 selama 3 bulan, yang belum terbayar. Bantuan tersebut diserahkan Wakil Bupati Sumbawa Barat secara simbolis di depan Kantor BNI Cabang Sumbawa Barat, Senin (11/5/2020).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST menyebutkan bantuan tersebut adalah bantuan untuk Tahun 2019 lalu. Sebab pada tahun itu ada 3 bulan hak Lansia dan penyandang Disabilitas yang belum dibayar. Berdasarkan data, jumlah penerima bantuan Pariri Lansia ini mencapai 5.625 orang. “Alhamdulillah angka ini cukup tinggi menandakan bahwa masyarakat Sumbawa Barat konsumsi makanan yang dimakan cukup sehat sehingga angka harapan hidup masyarakat KSB cukup tinggi. Ini juga sejalan dengan hasil survey Badan Statistik,” kata Wabup yang akrab disapa Bang Fud ini.
Sedangkan untuk penerima bantuan Disabilitas lanjut Bang Fud, sebanyak 1.134 orang. Sehingga total penerima bantuan untuk Lansia dan Disabilitas mencapai 6.759 orang, yang dananya sudah ditransfer Pemda KSB ke bank mitra penyaluran bantuan yaitu Bank BNI. Besarnya bantuan yang diterima Rp 750 ribu selama tiga bulan. Dalam kesempatan itu, Bang Fud menyampaikan permohonan maaf, bagi masyarakat penerima bantuan yang sudah meninggal dunia, tidak dapat menerima bantuan tersebut. Sebab bantuan ini tidak bisa diwarisi. “Yang kita bantu masyarakat yang masih hidup. Jadi kami mohon maaf,” ujarnya.
Bagaimana dengan bantuan yang sama di Tahun 2020 ?, Bang Fud menyatakan tetap ada, namun penerimanya akan diverifikasi lagi. Sebab saat dampak Covid ini, banyak bantuan untuk masyarakat. “Kita akan identifikasi siapa-siapa yang dapat bantuan PKH berarti sudah tidak bisa mendapat Bantuan Pariri Lansia. Dia hanya mendapat bantuan PKH saja yang jumlahnya lebih besar yaitu 600 ribu rupiah per bulan. Bagi yang tidak dapat bantuan PKH, bisa menerima bantuan dari pemerintah daerah namanya Bantuan Sosial Lansia Pariri. Jumlahnya sama setiap bulannya mendapat 600 ribu. Kalau ada masyarakat kita yang umurnya sudah mencapai 65 tahun tapi belum masuk dalam data penerima bantuan baik PKH ataupun Pariri Lansia maka kita akan data dan kita akan masukkan ke dalam bantuan Bantuan Sosial Pariri Lansia,” jelas orang nomor dua di KSB ini.
Ia berharap upaya yang dilakukan pemerintah daerah bermanfaat untuk masyarakat KSB. Karena semangatnya sebagai pemimpin ada pada rakyatnya. “Yakinlah bahwa Bupati dan Wakil Bupati terus akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat Sumbawa Barat. Saat ini Pak Bupati terus intens membantu masyarakat yang kurang mampu untuk diberikan bantuan dengan memanfaatkan bulan penuh berkah ini, agar Allah meridhoi segala perbuatan kita,” ucapnya.
Pantauan media ini, rasa bahagia terpancar di wajah para Lansia dan disabilitas saat menerima kehadiran Wakil Bupati KSB ini. Kehadiran tokoh kharismatik tersebut dinilai warganya sebagai solusi untuk mengatasi persoalan yang ada. Tidak hanya bantuan yang diberikan, tapi sentuhan dan kata-katanya menjadi penyemangat bagi rakyatnya untuk menatap hidup ke depan yang lebih baik. (HEN/SR)






