Awali Pembangunan Mushollah, SMAN 2 Sumbawa Gandeng Kemenag

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14/4/2020)

SMA Negeri 2 Sumbawa mulai membangun mushollah. Hal ini ditandai dengan pengukuran lokasi dan mencari titik koordinat arah kiblat, Selasa (14/4/2020). Untuk menentukan arah kiblat, sekolah menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa yang mengutus Ust. H. Faisal Salim S.Ag. Hadir menyaksikan, Kepala Sekolah, Sahyuddin S.Pd., MA.TESOL, didampingi Wakasek Kurikulum, Bambang Wahyudi S.Pd, Kasubag Tata Usaha Sukri, S.Pd.I, dan Wakasek Humas Hj. Halimah, SS., M.Pd.I, Ketua Komite Zulkarnaen ST, Sekretaris Komite Zainuddin SE dan Badaruddin ST., M.Eng Konsultan Perencana dari CV Teksa Konsultan.

Kepala SMAN 2 Sumbawa, Sahyuddin S.Pd., MA.TESOL, mengatakan, bahwa letak mushollah yang dibangun ini berada di bagian depan dengan ukuran yang lebih luas dan representative. Sebab mushollah yang ada dan berada di dalam, tidak mampu menampung jamaah yang melaksanakan sholat fardhu maupun Sholat Jumat dan taraweh. Dijelaskan Deden—sapaan Kepsek jebolan Australia ini, mushollah yang dibangun tidak hanya sebagai tempat kegiatan ibadah, tapi diharapkan menjadi tempat kajian yang akan memberikan manfaat bagi para siswa. Ia juga berharap mushollah ini tidak hanya digunakan secara internal jajaran sekolah namun bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai pusat ibadah. Konsep pembangunan mushollah ini berlantai 2, yang ke depannya akan dikembangkan menjadi SMANDA Islamic Center. Sedangkan lantai bawahnya akan dijadikan Business Center yang merupakan wujud dari predikat SMAN 2 Sumbawa sebagai salah satu sekolah kewirausahaan yang rutin mendapat bantuan pemerintah pusat. Tidak jauh dari Islamic dan Business Center ini, akan dibangun Sport Center sebagai pusat olahraga dan prestasi. “Semua sarana dan fasilitas ini akan menjadi pusat-pusat kegiatan bagi kegiatan siswa. Mereka tidak hanya belajar secara akademik tapi yang paling penting bagaimana mereka menumbuhkan softskill-softskill yang akan sangat bermanfaat dalam kehidupan nyata mereka nanti,” ujarnya.

Baca Juga  Giliran Pelajar SMA Islam Deklarasi MRSF
Bersama Ustadz H. Faisal Salim S.Ag, tentukan arah Qiblat dalam rencana pembangunan Mushollah di SMAN 2 Sumbawa

Di bagian lain, Deden yang didampingi Wakasek Kurikulum, Bambang Wahyudin S.Pd, memberikan apresiasi kepada pengurus Komite Sekolah dan Ikatan Alumni SMAN 2 Sumbawa yang telah memberikan dukungan sangat konstruktif terutama dalam rencana pembangunan mushollah tersebut.

Baca juga:  SMAN 2 Sumbawa Mulai Salurkan Bansos untuk Siswa Tak Mampu

Sementara Ketua Komite, Zulkarnaen ST., MT mengatakan bahwa untuk memulai yang besar harus diawali dari yang kecil, dan seribu langkah diawali dari langkah pertama. Meski dalam mengawali pembangunan mushollah ini dengan anggaran yang terbatas dan dilakukan secara bertahap, namun ia yakin dengan kemauan dan niat yang tulus, harapan ini akan terwujud. “Where there is a will, there is a way. Dimana ada kemauan di situ ada jalan,” ucap Naen—sapaannya, mengutip kata-kata yang kerap disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Si.

Pejabat Kemenag Sumbawa, Ustadz H Faisal Salim S.Ag menilai sangat strategis masjid berada di bagian depan sekolah. Ini artinya, sekolah tidak hanya memikirkan kelangsungan beribadah siswanya tapi juga masyarakat umum. “Sangat jarang saya melihat SMA di Sumbawa ini yang punya masjid di depan,” kata Ustadz ganteng dan milenial ini.

Mushollah atau masjid yang dibangun di bagian depan sekolah, menurutnya, dapat menjadi ikon yang menggambarkan kentalnya nilai-nilai agama. Ini juga akan menjadi daya tarik dan promosi sekolah bahwa SMAN 2 Sumbawa tidak main-main dengan muatan agama dalam pendidikan kendati berlabel sekolah umum.

Baca Juga  BPK Incar Asset Dinas Diknas Sumbawa yang Tidak Terdata

Di bagian lain, Ustadz Faisal juga menilai sangat tepat sekolah melibatkan Kementerian Agama dalam menentukan arah kiblat. Karena banyak orang menyepelekan arah kiblat ini dan menganggap yang penting menghadap arah barat. Ini persepsi yang salah karena zaman sekarang telah dimudahkan dengan aplikasi dan alat yang canggih sehingga bisa mengukur secara tepat arah kiblat. “Apa yang dilakukan sekolah ini dengan menggandeng Kemenag sebagai wujud ikhtiar untuk beribadah secara baik dan benar,” demikian Ustadz Faisal. (JEN/SR)

DPRD DPRD