PPP Siapkan Rencana B, Jika Fud–Firin Tidak Berpasangan

oleh -342 Dilihat

SUMBAWA BARAT, SR (14/10/2019)

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menyiapkan kader terbaiknya, Fud Syaifuddin ST untuk maju pada Pilkada Sumbawa Barat 2020 mendatang. Namun PPP tidak ingin kecolongan dalam politik kali ini.  PPP telah menyiapkan planning B untuk mengantisipasi apabila Fud tidak kembali berpasangan dengan Dr. Ir. H.W Musyafirin. Hal ini mengingat politik selalu dinamis menyesuaikan dengan perkembangannya.

Sebelumnya, DPC PPP Sumbawa Barat telah menerbitkan Maklumat Majelis Syariah DPC yang menegaskan bahwa PPP akan mengusung kembali pasangan HW Musyafirin-Fud Syaifuddin di Pilkada KSB 2020. Maklumat tersebut telah dibacakan di forum Ijtihad Siyasah DPC PPP KSB pada 2 Februari 2019 lalu. “Sabagai pengusung, tentu kami menyiapkan opsi kedua. Opsi ini sebagai langkah antisipasi, karena dinamika terjadi setiap saat,” ungkap Ketua DPC PPP KSB, Amiruddin Embeng, usai mendampingi pendaftaran Fud Syaifuddin ke sekretariat penjaringan bakal calon DPD Partai Nasdem, Senin 14 Oktober 2019.

Embeng yang didampingi Sekretaris dan Ketua Bapilu DPC PPP, Iwan Irawan dan Dedy Damhudi, menegaskan, munculnya rencana B itu bukan berarti PPP mengingkari Maklumat yang telah ditetapkan. Menurutnya, seluruh pengurus dan simpatisan PPP KSB sampai saat ini tetap konsisten dan patuh pada isi Maklumat dimaksud. Tetapi PPP, kata Dia, menyadari bahwa untuk mengusung kadernya (Fud Syaifuddin), mesti berkoalisi dengan parpol lain. Mendaftarkan Fud Syaifuddin ke sejumlah parpol lain, termasuk Nasdem, adalah bagian dari antisipasi dimaksud. Apalagi sejauh ini, belum ada keputusan resmi yang menetapkan bahwa HW Musyafirin akan tetap memilih berpasangan dengan Fud Syaifuddin di Pilkada nanti. “PPP sudah bersikap, tanpa syarat untuk mengusung kembali HW Musyafirin-Fud Syaifuddin. Kami tidak mau berkhianat, Firin-Fud tetap pilihan utama. Tapi ini politik, semuanya bisa berubah, bahkan di menit-menit terakhir. Sementara proses di tingkat parpol sudah berjalan, jadi PPP tidak mau ketinggalan kereta,” ujarnya.

Selain itu sambungnya, kader yang diusung PPP, memiliki pengalaman mumpuni sebagai Ketua KPU KSB, Anggota dan Pimpinan DPRD, juga selama hampir empat tahun menjabat sebagai wakil bupati. Sederet pengalaman tersebut diyakini PPP, akan menjadi nilai tawar tinggi figur Fud Syaifuddin bagi parpol lain. Jadi penjajakan koalisi relatif akan lebih mudah dilakukan. “Tentu kami tidak mau hanya menjadi penonton di Pilkada nanti. Ini menyangkut marwah partai. Karena prinsipnya PPP sebagai pengusung maupun figur yang kami usung sangat siap,” tegas politisi yang juga Ketua Komisi I DPRD KSB itu.

Sementara Fud Syaifuddin menyatakan, sebagai kader dirinya mesti tunduk atas perintah partai. “Saya tetap istiqomah, opsi yang pertama menjadi bakal calon Wakil Bupati berpasangan dengan Dr Ir HW Musyafirin MM. Opsi kedua, sebagai bakal calon kepala daerah, ini adalah inisiatif PPP yang berharap ada opsi yang lain. Mungkin saya tidak ditakdirkan menjadi bupati, mungkin saya menjadi wakil bupati untuk figure yang lain,” urainya. “Kita datang mendaftar ke Nasdem ini karena kita sadar mesti berkoalisi. Terlepas nanti kita akan berpasangan atau tidak, itu persoalan lain. Yang paling penting saya tetap istiqomah pada opsi pertama,” tandasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *