SUMBAWA BESAR, SR (2/7/2019)
Penangkapan TP (35) warga Kecamatan Tarano yang menjadi tersangka pemalakan belum lama ini, cukup dramatis. Pasalnya TP yang merupakan residivis ini melakukan perlawanan menggunakan sebilah pisau. TP menyerang polisi yang hendak menyergapnya setelah aksi pemalakan yang dilakukan TP terhadap salah seorang pegawai koperasi. Meski sudah dua peluru tertembus di bagian pahanya, TP tetap tegar dan berusaha menyerang anggota Polsek Empang. Akhirnya dua peluru kembali dilesatkan membuat pelaku ambruk. Namun naas, pecahan peluru terpercik mengena di bagian kaki salah seorang anggota polisi, AIPDA Khairir.
Informasi yang diperoleh SAMAWAREA, kasus yang cukup menggemparkan ini terjadi Jumat 28 Juni 2019, sekitar Pukul 15.00 Wita. Berawal dari laporan korban, Serlis Eklomen Sanam (27) pegawai Koperasi ICP warga Desa Empang Kecamatan Empang. Korban mengaku dipalak dan diancam menggunakan senjata tajam. Selain itu pelaku merusak sepeda motor korban. Aksi yang dilakukan pelaku ini terjadi di dua TKP yaitu jalan depan Conter milik Manca Dusun Masjid Desa Empang Bawa Kecamatan Empang, dan TKP kedua di jalan lintas Sumbawa-Bima tepatnya depan Kantor Pegadaian Empang.
Mendapat laporan tersebut, dua anggota Piket di Polsek Empang, Brigadir Arnansya dan Bripda Edy Iwansyah meluncur ke TKP menggunakan sepeda motor. Namun di TKP, pelaku sudah tidak ada. Anggota melanjutkan pencarian ke TKP kedua. Di tempat itu, anggota mendapati pelaku. Tapi pelaku langsung menyerang dan mengejar anggota menggunakan pisau. Melihat pelaku yang kalap, anggota meminta bantuan rekannya untuk meluncur ke TKP. Tak berselang lama muncul Danru Piket (Aipda Khairir) bersama Bripda Fero menggunakan mobil patroli. Baru saja tiba, kedua anggota ini diserang pelaku. Karena membahayakan nyawa, anggota lain melumpuhkan pelaku tepat di bagian paha. Rupanya pelaku masih tegar dan kembali menyerang. Akhirnya dua peluru berikutnya kembali bersarang di paha pelaku. Seketika pelaku ambruk, namun dalam keadaan tergeletak masih tetap mempertahankan pisaunya. Sialnya saat peluru terakhir yang ditembakkan dan menancap di paha pelaku pecah dan serpihannya terkena paha bagian kiri AIPDA Khairir.
Kapolsek Empang, IPTU I Gusti Made Suardika yang dihubungi siang tadi, membenarkan adanya kasus tersebut. Saat ini pelaku sudah dirujuk ke Mataram untuk mendapat penanganan intensif. Demikian dengan anggota yang terkena percikan peluru juga sudah dirujuk. Kapolsek mengatakan, pelaku sering melakukan tindakan pemalakan dan pengancaman serta sangat meresahkan masyarakat. Pelaku juga merupakan residivis dalam kasus serupa. (JEN/SR)






