SUMBAWA BARAT, SR (27/6/2019)
Balai Latihan Kerja (BLK) Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus dimaksimalkan untuk mencetak masyarakat dengan skill-skill handal sesuai bidang masing-masing. Melihat kemajuan BLK, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifudin ST berharap lulusan BLK bukan hanya menjadi pekerja tapi bisa menciptakan lapngan kerja.
Membuka pelatihan berbasis kompetensi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Poto Tano, KSB, Rabu (26/6), Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST ingin agar BLK KSB terus dioptimalkan. Ia melihat progress BLK semakin bagus untuk mencetak sumber daya manusia. Selain itu, potensi lulusan BLK juga dapat didorong bisa membuka lapangan pekerjaan melalui perbengkelan dengan memanfaatkan peserta didik atau alumninya. ‘’Potensi BLK harus dioptimalkan, bukan hanya menciptakan SDM tapi bisa menghasilkan pendapatan, manfaatkan peserta dan alumni BLK, bangun kepercayaan masyarakat bahwa BLK bisa memperbaiki motor, AC, kulkas dan lainnya,” kata Wabup di BLK Poto Tano.
Selain itu, Wabup berharap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama Kepala UPTD BLK Poto Tano terus membangun kerjasama, baik dengan UPTD BLK Internasional Lombok Timur dan juga perusahaan. UPTD BLKI Lotim merupakan UPTD Kementerian yang akan banyak membantu BLK Poto Tano sedangkan kerjasama dengan perusahaan dilakukan agar bisa mempekerjakan alumni BLK. Peserta pelatihan diharapkan mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan disiplin sehingga memiliki skill untuk siap bekerja. “Tetapi jangan hanya berorientasi bisa siap kerja, namun juga bagaimana bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Kadisnakertrans KSB, Ir. H. Muslimin, M.Si dalam laporannya menyampaikan, pelatihan ini merupakan pelatihan gelombang ketiga, dengan sub kejuruan teknisi instalasi listrik, juru las SMAW 3G, mekanik junior mobil bensin, teknisi pendingin AC split dan mekanik junior sepeda motor. Jumlah peserta sebanyak 80 orang. Anggaran pelatihan berasal dari anggaran Kementerian Ketenagakerjaan melalui BLKI Lotim. ‘’Tahun ini ada 19 paket pelatihan yang akan dilaksanakan di BLK Poto Tano, 18 paket program dari BLKI Lotim dan satu paket melalui APBD KSB,” jelasnya.
Kepala Seksi Program BLKI Lotim, Setya Budi yang hadir dalam pembukaan pelatihan mengatakan, BLKI Lotim siap membantu BLK Poto Tano menciptakan SDM yang handal. Namun harus ada perhatian Pemda sendiri untuk mengoptimlkan BLK Poto Tano. Pertama untuk mengadakan instruktur, sebab BLK Poto Tano belum memiliki instruktur. Kedua, workshop masih kurang. ‘’Tahun ini anggaran kami mencapai 104 miliar lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya 33 miliar, kami siap back up BLK Poto Tano, silahkan siapkan PNS Pemda menjadi instruktur, kami fasilitasi melaksanakan pendidikan tujuh bulan di Jakarta. Kami juga siap membantu peralatan pelatihan,” tandasnya. (HEN/SR)






