IGD dan IRJ Tuntas Desember 2019
SUMBAWA BESAR, SR (22/6/2019)
Pembangunan RSUD Sumbawa di lahan seluas 8 hektar wilayah Dusun Sering, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis, diharapkan tuntas Tahun 2020 mendatang. Rumah sakit termegah di Pulau Sumbawa tersebut akan menelan anggaran senilai Rp 315 milyar. Selain megah, rumah sakit ini juga dirancang tahan gempa. Bahkan bisa dijadikan sebagai tempat perlindungan jika terjadi gempa bumi. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri dalam jumpa persnya, Sabtu (22/6).
Didampingi Pelayanan Medis RSUD, Hardiansyah, A.Md.Kep, Dokter Dede menjelaskan, untuk pembangunan awal RSUD ini akan dibangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) dari dana DAK fisik sebesar Rp 15,5 Milyar, dan Instalasi Rawat Jalan (IRJ) dari APBD sebesar 19,5 Milyar. Sesuai kontrak, dua bangunan ini dituntaskan akhir Desember 2019 mendatang. Selanjutnya diikuti dengan bangunan-bangunan lainnya baik lantai 1, 2 dan berlantai 3. Total anggaran untuk merampungkan RSUD tersebut mencapai Rp 315 milyar. Untuk anggaran yang cukup besar ini, dr Dede mengaku sudah mengantongi dana sandingan Rp 100 Milyar yang dialokasikan Pemda Sumbawa dari Dana Alokasi Umum (DAU). Selebihnya Rp 215 milyar telah diusulkan ke pusat melalui Kementerian Kesehatan RI. Ia meyakini usulan anggaran itu direalisasikan pusat yang akan memberikan kepastiannya pada akhir tahun anggaran 2019. Dengan adanya dana itu Ia optimis pembangunan RSUD Sumbawa rampung 2020 sebagaimana harapan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc. “Kami yakin pusat akan merealisasikan usulan anggaran ini. Ini tergantung dari realisasi penggunaan anggaran DAK yang dialokasikan pusat untuk pembangunan IGD. Jika berjalan lancar dan rampung, menjadi dasar bagi pencairan anggaran berikutnya. Terlebih lagi lokasi relokasi RSUD Sumbawa ini telah dinilai dan ditetapkan tim Kemenkes.
Terkait dengan konstruksi bangunan, Dokter Dede mengaku dimodifikasi agar tahan gempa. Untuk pancang pondasi akan menggunakan bor. Kemudian bahan bangunan di antaranya menggunakan bata ringan. “Daerah kita ini dikategorikan sebagai daerah rawan gempa, sehingga konstruksi bangunannya dibuat yang tahan gempa demi keselamatan pasien dan pengunjung. Malah bangunan rumah sakit nanti bisa dijadikan tempat untuk berlindung dari gempa bumi,” tandasnya, seraya berharap dukungan masyarakat khususnya jajaran pers agar pembangunan RSUD ini berjalan aman dan lancar, serta selesai tepat waktu dengan hasil berkualitas. (JEN/SR)






